PETISI.CO
Donny Raynaldo Tungkiman dan Fardiansyah.
PERISTIWA

Simpan Sabu 0,37 Gram Dituntut 5 Tahun Penjara

SURABAYA, PETISI.COArianto Budiharjo, tampak melas di layar monitor di ruang sidang online. Ini setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan menuntut lima tahun penjara, denda Rp 800 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Tuntutan hukuman bagi Arianto Budiharjo, warga Krukah Utara VII yang kost di Jalan NgindenVI- B, ini disampaikan Suparlan pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (30/11/2020).

Di hadapan majelis hakim diketuai Moch Taufik Tatas Prih Yantono, JPU Suparlan menganggap Arianto terbukti bersalah menyalahgunakan narkotika.

Baca Juga :  FJPI Jatim Salurkan Donasi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19 di Desa Buduran

Sebagaimana diatur dalam pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika. Terbukti menyimpan sabu-sabu satu plastik klip seberat 0,37 gram, di dalam tas kresek putih.

Barang bukti itu ditemukan dua anggota Polrestabes Surabaya, Erwan Andi Ismanto dan Susandi Rusdianto.

Selain sabu, di dalam tas kresek putih juga ditemukan sedotan, skop, dan handphone.

Saat tangkap di rumah kostnya pada Rabu (22/8/2020), Arianto pun tak bisa mengelak. Dia mengakui membeli sabu tersebut dari Moch Arief seharga Rp 150 ribu.

Baca Juga :  Tiga Pengedar Sabu Diringkus Satresnarkoba Polresta Kediri

Atas tuntutan JPU Suparlan, Arianto yang didampingi penasihat hukum dari LBH Lacak, merasa keberatan.

“Kami akan mengajukan pembela pada sidang lanjutan pekan depan,” kata Fardiansyah dan Donny Raynaldo Tungkiman, penasihat hukum terdakwa. (pri)

terkait

Pete Jawa Rasa Timun, Inovasi Bagi Pekerja Wanita di Kota Mojokerto Masuk 45 Kovablik Jatim 2020

redaksi

Alasan Dikejar Hutang, Menantu Curi Sapi Mertua

redaksi

Sidoarjo Bisa Memberi Ruang Berkarya Bagi Anak Muda di Bidang Fotografi

redaksi
Open

Close