Sisakan Tiga Daerah Zona Merah di Jatim

oleh -99 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah (tengah) diapit Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah dan Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran.
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Peta persebaran Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) berubah. Hingga Selasa (21/7/2020) tinggal menyisakan tiga Kabupaten/Kota berstatus zona merah dari total 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Tiga daerah zona merah itu, kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kota Pasuruan. Sedangkan 28 kab/kota lainnya berstatus zona orange dan 7 kab/kota berstatus zona kuning.

“Alhamdulillah, kabar baik terus menghampiri Jatim. Insya Allah, Covid-19 segera hilang dari Jatim,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam siaran persnya, Rabu (22/7/2020).

Berkurangnya jumlah daerah berstatus zona merah ini, seiring dengan jumlah pasien sembuh Covid-19 di Jatim yang terus meningkat. Per Selasa (21/7/2020), jumlah pasien sembuh menembus angka 10 ribu. Tepatnya 10.065 orang atau sejumlah 53,45 persen. Terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 348 orang.

Angka tersebut jauh melampaui jumlah pasien positif aktif yang sedang dirawat yaitu 7.816 orang. Sementara pasien positif bertambah 255 orang. Sehingga total pasien terkonfirmasi positif aktif menjadi 7.816 orang atau sebanyak 43,34 persen.

Adapun jumlah pasien yang meninggal sebanyak 1.461 orang atau sebanyak 7,7 persen dan kumulatif positif adalah 18.828.

“Ini berkat kerja sama dan kerja keras semua pihak, terutama tenaga kesehatan dan rumah sakit rujukan. Juga kerja keras TNI-POLRI  serta relawan dan masyarakat yang bergotong royong melawan Covid-19,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan, beban pasien Jatim cukup berat jika dibandingkan daerah lain di Indonesia. Dengan jumlah kasus 18.828 orang, maka angka kesembuhan kumulatif yang dicapai Jatim ini bagi merupakan berkah yang luar biasa. Namun demikian, Khofifah tetap meminta kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jangan sampai kesembuhan ini menjadi euforia sehingga lupa bahwa bahaya masih mengancam.

“Jangan bahagia berlebihan sehingga lupa kalau Jatim masih dalam situasi darurat dan semua berpotensi tertular dan menularkan. Pokoknya tetap waspada sampai vaksin ditemukan,” tuturnya.

Hingga kini, Pemprov Jatim terus menggiatkan testing dan tracing kepada orang-orang yang beresiko  atau berpotensi terjangkit Covid-19. Jika ditemukan positif, maka mereka langsung mendapatkan treatment medis.

Kita cegah penularan secara progresif. Melihat terus melejitnya angka kesembuhan di Jatim, Kbofifah optimis Jatim bisa segera menyelesaikan persoalan Covid-19 ini dan kembali melakukan pemulihan ekonomi. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.