SMAN 1 Gurah Bekali Pelajar Cegah Perkawinan Usia Dini

oleh
oleh
KUA Gurah Kediri turun ke sekolah berikan motivasi juga arahan guna cegah perkawinan usia dini

Kediri, petisi.co – Upaya mencegah perkawinan usia dini terus digencarkan. Kali ini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gurah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, turun langsung ke sekolah dengan menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMAN 1 Gurah pada 5–6 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung di momentum bulan suci Ramadan ini mengusung tema “The Most KUA Move for BRUS: Joyful Ramadan Mubarak” dengan tagline “Berprestasi tanpa batas, berkarya tanpa henti, cegah perkawinan usia dini, siap hadapi tantangan, raih cita-cita.”

Program ini menjadi langkah nyata KUA dalam memberikan edukasi kepada pelajar agar mampu merencanakan masa depan secara matang sekaligus menghindari risiko perkawinan di usia dini.

Kepala SMAN 1 Gurah, Teguh Agus Susanto, M.Pd.I, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dilakukan KUA Kecamatan Gurah dalam memberikan pembinaan kepada para siswa.

“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya merencanakan masa depan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Gurah, Nurhadi Widiyanto, S.Ag, menegaskan bahwa BRUS merupakan program strategis Kementerian Agama untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesiapan menghadapi kehidupan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada para remaja agar tidak terburu-buru menikah di usia muda, tetapi fokus menata masa depan, pendidikan, dan cita-cita mereka,” jelasnya.

Setelah pembukaan, ratusan siswa mengikuti sesi materi yang dibagi ke dalam 10 kelas dengan sistem klasikal. Materi disampaikan langsung oleh para penghulu serta penyuluh agama Islam dari KUA Kecamatan Gurah.

Selain memberikan wawasan tentang perencanaan masa depan dan kesiapan berkeluarga, para siswa juga diajak memahami berbagai tantangan remaja di era modern, termasuk pentingnya menjaga pergaulan dan membangun karakter positif.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin termotivasi untuk berprestasi, merencanakan masa depan dengan matang, serta menjauhi praktik perkawinan usia dini demi meraih cita-cita yang lebih besar. (bam)