SMK N 2 Lamongan Berangkatkan 4 Siswa Terbaik Ikuti Ajang LKS Tingkat Provinsi

oleh
oleh
Kepala SMK N 2 Lamongan (tengah) bersama 4 siswa peserta LKS didampingi dewan guru

Lamongan, petisi.co – Semangat juang kini tengah menyelimuti civitas akademika SMK Negeri 2 Lamongan. Sekolah kejuruan unggulan di Lamongan ini secara resmi melepas 4 (Empat) siswa terbaiknya untuk berkompetisi dalam ajang bergengsi Lomba Kompetensi Siswa  (LKS) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026.

Melalui unggahan resmi sekolah, pihak SMK Negeri 2 Lamongan memberikan dukungan penuh kepada empat siswa berprestasi yang akan menjadi ujung tombak sekolah dalam memperebutkan gelar juara di berbagai bidang keahlian.

Adapun keempat delegasi tersebut adalah: Muhammad Novi Faris K. yang akan berkompetisi di bidang Electrical Installation, Firaas Zeus Baihaqi yang akan menunjukkan kebolehannya di bidang Electronics, Luthfi Alfa Salfatih sebagai perwakilan di bidang lomba Chemistry, dan Rohan Isagani yang akan bertanding di bidang IT Network System Administration.

Kepala sekolah SMK Negeri 2 Lamongan, Roni Zuzun Nasution, S.Kom. M.Kom menyampaikan, pihaknya beserta jajaran guru pendamping turut memberikan apresiasi dan doa restu kepada para siswa agar diberikan kemudahan dan kelancaran selama perlombaan berlangsung. Kepala SMKN 2 berharap, partisipasi ini tidak hanya sekadar mencari juara, tetapi juga sebagai wadah untuk mengasah mentalitas juara dan profesionalisme siswa di tingkat yang lebih tinggi.

“Selamat berjuang kepada para siswa pahlawan kompetensi. Dukungan dan doa terus mengalir dari kami seluruh keluarga besar SMKN 2 Lamongan, agar para siswa mampu membawa pulang hasil terbaik dan mengharumkan nama sekolah serta daerah di kancah provinsi,” harap Roni, Selasa (07/04/2026).

Untuk diketahui, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) adalah sebuah ajang talenta di bidang riset dan inovasi yang diselenggarakan untuk peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat.

Ajang LKS diselenggarakan secara bertingkat mulai dari daerah hingga nasional, untuk menjaring peserta terbaik dari 38 provinsi. Mekanisme bertingkat tersebut merupakan salah satu cara untuk memberikan kesempatan yang sama dan adil bagi peserta didik di seluruh Indonesia untuk berprestasi dan menjadi bibit-bibit talenta potensial. (yus)