Sukses Loloskan Penyelundupan Terumbu Karang, ‘Kombes Pol’ Jadi Buah Bibir Masyarakat

oleh
KLM Aqila saat sandar (dok)

BANYUWANGI, PETISI.COAda nama oknum perwira berpangkat ‘Kombes Pol’ dalam kasus penyelundupan terumbu karang asal Pulau Sapeken, Madura, diangkut KLM AQILA saat sandar di Dermaga Baru Pantai Boom Banyuwangi. Istilah nama jabatan perwira datang dari internal Kepolisian di Banyuwangi, yang dianggap berjasa besar kasus penyelundupan itu tidak sampai berlanjut ditangan hukum.

Sumber terpercaya di Kepolisian di Banyuwangi, bahwa kasus itu sudah menguap alias hilang begitu saja. Lantaran dibalik itu semua, ada baking kuat yang membebaskan kasus penyelundupan terumbu karang melibatkan oknum berpangkat Komisaris Besar (Kombes).

“Sudah di 86 Mas. Tidak ada barang bukti lagi,” ungkap sumber itu, Minggu (21/5/2017).

Diberitakan (baca; http://petisi.co/tangkap-penyelundup-benur-dan-karang-dilindungi-polres-banyuwangi-tertutup/)

Catatan diterima petisi.co, dalam kronologis mulai penangkan, peristiwa terjadi pada (18/5/2017) menjelang dini hari, KLM AQILA dari pulang Sapeken, sandar di Dermaga Baru, Pantai Boom Banyuwangi.

Kapal itu bermuatan barang 100 box styrofoam dengan manifes dari petugas yang tercatat isi ikan dari seorang asal Sapeken bernama Saini diberikan kru KLM AQILA, rute menuju Banyuwangi.

Sandar di dermaga baru, Pantai Boom, area milik Pelindo III, Banyuwangi. Pemikil dan ABK KLM AQILA didatangi sejumlah petugas diantara berpakaian warga sipil. Diduga sudah ada bocoran isi kiriman terumbu karang bernilai mahal.

ABK KLM Aqila, Muin yang mengaku telah diperiksa polisi berpakaian preman.

Petugas dengan mudahnya menemukan barang bukti dengan membuka isi styrofoam. Barang dibawa dan sejumlah kru KLM AQILA di periksa disebuah tempat.

Lalu datang pemiliknya, mengaku bernama Budi asal Bandung, sudah berdomisili di Banyuwangi. Kru kapal dilepaskan. Kelanjutannya, kru kapal tidak mengetahui.

“Untungnya, kami tidak ditahan. Setelah ada pemiliknya mengaku bernama Budi,” beber Muin, mengaku pemilik KLM AQILA, berasal dari Pulau Sakala Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep Madura.  (fattahur ar/to)