Sungai Karang Semanding Meluap, Ratusan Rumah Terendam

oleh
Banjir membuat warga was was.

JEMBER, PETISI.CO – Curah hujan cukup tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, sejak Rabu (19/4/2017) sing hingga sore, mengakibatkan air sungai yang berada di Dusun Karang Semanding, Desa Sukorejo, sekitar pukul 18.30 meluap hingga ke pemukiman warga.

Dengan intensitas ketinggian air yang mencapai kurang lebih 50 Cm sampai 1 Meter, atau setinggi lutut orang dewasa, kurang lebih 250 rumah warga setempat terendam air.

Situasi dan kondisi itu membuat warga khawatir, sehingga banyak warga yang keluar dari rumah mencari tempat atau dataran yang lebih tinggi. Bahkan ada juga yang mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terdampak luapan air. Khusnya kaum perempuan dan anak-anak.

Sementara itu, kaum pria bersama petugas dari Kepolisian Sektor Bangsalsari, Babinsa, PJ Kades Sukorejo Abdul Holik dan perangkat Desa Sukorejo dibantu Team SAR Jember bergotong royong membedah saluran air yang tersumbat.

Informasi yang terhimpun  petesi.co di lapangan, kejadian meluapnya air sungai, akibat air dari aliran Sungai Desa Badean dan Desa Banjarsari yang mengalir ke sungai biasa warga setempat menyebutnya dengan Sungai Karang Semanding tersebut sangat besar, sehingga berakibat  meluap.

“Untuk  korban jiwa nihil, sedangkan untuk kerugian kami masih belum bisa mengestimasi berapa ,” ujar Kapolsek Bangsalsari AKP Tulus Dwi Sutarta.

Terlihat pihak petugas, baik dari Kepolisian Sektor Bangsalsari, Babinsa maupun Tim SAR masih terus bersiaga dilokasi bersama warga.

“Kita akan terus bersiaga, sambil berkoordinasi dengan yang di hulu, sementara untuk warga memang masih belum diperbolehkan   kembali kerumah, hingga kondisi benar benar aman,” ungkap kapolsek yang akrab disapa Tulus di lokasi.

Pantauan media ini di lokasi, air sudah berangsur angsur surut, namun meski demikian, terlihat warga masih enggan untuk kembali.  Mereka khawatir akan terjadi banjir susulan,

“Takut masih untuk kembali, khawatir air akan meluap lagi, masalahnya air sungai masih besar,” ungkap warga setempat yang mengaku bernama Pak Mat.(yud)