Tak Ada Koordinasi Antar-Instansi di Proyek Peningkatan Jembatan Wonokoyo

oleh
Tak Ada Koordinasi Antar-Instansi di Proyek Peningkatan Jembatan Wonokoyo

SIDOARJO, PETISI.CO – Inilah bukti kalau kinerja antar-instansi di Kabupaten Sidoarjo tak saling koordinasi, hingga terkesan amburadul. Kalau sudah seperti ini, tentunya masyarakat yang dirugikan.

Seperti pengerjaan konstruksi peningkatan jembatan Wonokoyo di Desa Klopo Sepuluh, Kecamatan Sukodono yang pelaksanaannya dimulai Senin (16/9/2018) lalu.

Proyek yang digelontor uang rakyat Rp 1,4 Miliar ini, awal pekerjaan, para pekerja melakukan penggalian untuk membangun pondasi penahan jalan  atau plengsengan.

Rupanya, di tengah pengerjaan, galian tersebut digenangi air, karena derasnya aliran sungai.

Meski, mereka sudah berupaya memasang pagar bambu disertai plastik dan mesin pompa, ternyata tak mampu menghadang terjangan air yang kelewat deras. Akibatnya, pekerjaan pun terhambat.

Para pekerja harus menguras air yang ada di galian itu, hingga kondisinya memungkinkan untuk membangun pondasi yang kuat sesuai bestek. Bila tidak, dipastikan plengsengan ambrol.

Semestinya, pihak Bidang Peningkatan Jalan dan Jembatan dengan Bidang Pembangunan dan Bina Manfaat Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo melakukan koordinasi, agar pengerjaan proyek tak ada kendala.

“Ada proyek di kali, debit air tak dikurangi, malah dibiarkan deras. Tentu, kerja terganggu. Sepertinya tidak ada koordinasi antar-bidang terkait. Padahal, keduanya satu atap (Dinas PUPR, red), koq bisa ya?” celetuk warga yang enggan namanya disebutkan pada petisi.co¬†saat melihat proyek di lokasi, Sabtu (22/9/2018).(wachid)

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.