Bondowoso, petisi.co – Kabupaten Bondowoso Jawa Timur dikenal dengan kota Tape, dengan mayoritas penduduk beragama muslim itu juga disebut sebagai kota santri setelah Situbondo, tak disangka kota yang bersih Lokalisasi dan tempat hiburan malam itu, dikotori oleh meningkatnya pasien HIV.
Meningkatkan HIV (human immunodeficiency virus) di Kabupaten Bondowoso tiap tahun meningkat bukan dari tempat lokalisasi atau tempat hiburan sebagaimana lazimnya kota kota besar.
Namun, HIV yang terdata di Kabupaten Bondowoso melalui hubungan sesama jenis GAI, hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Pokja TB-HIV Bondowoso, Funky Indra Ayu Santi, bahwa berbagai faktor sosial berkontribusi pada keterlibatan seseorang dalam komunitas Lelaki Sex Lelaki LSL/ GAI.
Ketua Pokja TB-HIV Bondowoso Funky Indra Ayu Santi mengatakan faktor meningkatnya HIV di Bondowoso, salah satunya adalah latar belakang keluarga yang kurang harmonis.
“Paling sering kami temukan yaitu latar belakang keluarga yang broken, sehingga mereka kekurangan kasih sayang dan sosok seorang ayah ataupun ibu,” ungkapnya.
Tak hanya itu, komunitas GAI skala nasional kini mulai berkembang pesat di Bondowoso. Dirinya menyebut para anggotanya juga berasal dari berbagai latar belakang profesi. Termasuk masyarakat umum hingga pegawai instansi pemerintahan.
Anggota dalam komunitas GAI di Bondowoso disebut berlangsung secara sistematis, dengan pola perekrutan yang cukup masif. Bahkan, mereka yang mencoba keluar dari komunitas dikabarkan mengalami intimidasi hingga ancaman kekerasan.
Ketua Pokja TB-HIV Bondowoso Funky Indra Ayu Santi menekankan perlunya pendekatan yang lebih efektif dalam edukasi dan pencegahan HIV di Bondowoso.
Dia mengatakan, cukup sulit dalam melakukan pendekatan terhadap beberapa komunitas komunitas tersebut.
Sedangkan Bidang edukasi Pokja TB-HIV Bondowoso, Siwin Soleha, mengatakan upaya perubahan perilaku seksual pada seseorang bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang lebih luas dan sistematis.
“Berharap pemerintah daerah dapat memasifkan informasi melalui media seperti banner dan videotron di tempat strategis, agar masyarakat lebih sadar akan risiko HIV serta cara pencegahannya,” ujarnya.
Bidang edukasi Pokja TB-HIV Bondowoso, Siwin Soleha, juga menekankan kepada pihak seperti legislatif, eksekutif, maupun lintas sektor mulai serius dalam menyuarakan bahaya seks yang menyimpang. Sehingga, penularan dan angka positif HIV bisa ditekan.
“Kalau terus disuarakan maka masyarakat tahu, bahayanya seperti ini, penanggulangannya seperti ini,” ujarnya.
Diketahui HIV adalah virus yang sangat mematikan dan merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi menghancurkan sel CD4. (eko)








