PETISI.CO
Foto salah satu warga ketika mencari gas elpiji 3 kg.
PERISTIWA

Tak Hanya Langka, Elpiji ‘Melon’ di Bondowoso Tembus Rp 20 Ribu

BONDOWOSO, PETISI.CO –  Memasuki tahun 2020, harga gas elpiji ukuran 3 kg atau biasa disebut elpiji melon di Bondowoso naik drastis. Harga ecerannya bisa menembus angka Rp 20 ribu di pasaran.

Tak hanya itu, stok elpiji 3 kg di pasaran juga langka. Seperti halnya yang dikeluhkan Suhartono salah satu warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso.

Menurut pria yang juga merupakan pensiunan PNS di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bondowoso,  selain sulit didapat, harga elpiji 3 kg juga berubah-ubah. Pada hari biasa, ia bisa mendapatkan elpiji 3 kg seharga Rp 19 ribu. Namun, saat ini harga yang didapat untuk satu tabung elpiji mencapai Rp 20 ribu.

Baca Juga :  Kenaikan Tarif Pajak Akibatkan Penarikan PBB tak Maksimal

“Harganya berubah terus pak. Tahun 2019 kemarin Rp 19 ribu, tadi beli sudah Rp 20 ribu pertabungnya,” tuturnya kepada petisi.co, Jumat (10/1/2020).

Selain Suhartono, banyak warga lain yang juga kebingungan karena tidak mendapatkan elpiji 3 kg.

“Pagi tadi coba muter-muter di sejumlah agen.  juga tidak ada barangnya,” ungkap Joko, warga jalan Mastrip.

Kepala Bagian Administrasi dan Perekonomian Pemkab Bondowoso, Aris Wasiyanto, menyebutkan bahwa, harga eceran elpiji ukuran 3 kg karena permintaan meningkat.

“Karena permintaan elpiji 3 kg meningkat, sementara stok terbatas,” katanya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Desa di Bondowoso, Ratusan Kades Diperiksa

Terkait sulitnya elpiji dan harganya naik drastis, sejumlah warga berharap, Pertamina dan pihak berwajib segera melakukan investigasi dengan mencari penyebabnya. (tif)

terkait

Cangkrukan Jadi Sarana Tampung Permasalahan Warga

redaksi

Pemkot Surabaya Terus Garap Tiga Unit Lapangan Latihan di Sisi Utara Stadion GBT

redaksi

Dua Organisasi Islam dan MUI Jember, Sepakat Perppu Nomor 2 Tahun 2017

redaksi