Tak Ingin Beli Kucing Dalam Karung, PP Muhammadiyah Ajak Uji Publik Tiga Capres-Cawapres

oleh -205 Dilihat
oleh
Haedar Nashir (dua dari kanan) saat memberikan keterangan pers
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menyiapkan uji publik untuk tiga pasangan Calon Presiden (capres) dan Calon Wakil Presiden (cawapres0 yang akan bertarung di Pilpres 2024. Uji publik untuk tiga pasangan capres dan cawapres akan dilaksanakan pada 21-23 November di tiga kampus Universitas Muhammadiyah (UM). Yaitu, UM Jakarta, UM Surakarta dan UM Surabaya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir menjelaskan uji publik di tiga kampus UM tersebut, dihadiri oleh pasangan capres-cawapres berbeda. Di UM Jakarta, menghadirkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Di UM Surakarta diikuti pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Terakhir, di UM Surabaya dihadiri oleh pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Uji publik merupakan langkah elegan Muhammadiyah setelah beberapa kali Pemilu tidak boleh lagi ada politik perpecahan atau beli kucing dalam karung walaupun karungnya bolong,” ujarnya kepada wartawan di Kantor PW Muhammadiyah Jatim, Sabtu (11/11/2023).

Menurutnya, para capres-cawapres dan timnya bisa legowo dengan skema uji publik tersebut. Sebab, Muhammadiyah tidak ada pemihakan khusus kepada pasangan manapun dan itu garis organisasi yang tidak boleh ditawar lagi. “Politik kita harus semakin cerdas, semakin objektif, maka uji publik itu harus dimanfaatkan,” tandasnya.

Haedar berharap dalam pilpres nanti siapapun yang menang atau yang kalah memahaminya sebagai kontestasi. Maka, masing-masing capres-cawapres diharapkan dapat berkontestasi secara elegan dan konstitusional. Jangan yang menang kemudian larut dengan euforia dan menyalahgunakan kemenangan itu.

Sebaliknya, yang kalah jangan kemudian jatuh diri dan melakukan hal-hal yang tidak perlu. “Dukungan Muhammadiyah pada pilpres, yang pertama dukungan politik kebangsaan. Agar pilpres berjalan jujur, adil dan bermartabat. Dukungan kedua, pilpres harus mengalami kemajuan dan ketiga berharap KPU bisa menjalankan fungsinya sesuai dengan konstitusi,” ungkapnya.

Yang pasti, tegasnya, Muhammadiyah tidak mengarahkan warganya untuk memilih salah satu capres. Kalau mengarahkan, maka Muhammadiyah akan terlibat dalam politik praktis. “Jadi, kita memberi keleluasaan kepada seluruh warga memilih sesuai dengan tanggung jawab, kecerdasan, kearifan dan hati demi kemaslatan banga dan negara,” ucapnya.

Rektor UM Surabaya yang juga Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr dr Sukadiono menyampaikan kesiapannya dalam menggelar uji publik Prabowo-Gibran. Uji publik ini akan menjadi refrensi bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas untuk menentukan pilihannya secara cerdas dan objektif. “Kita akan siapkan seluruh sarananya agar uji publik dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tandasnya.

Di sisi lain, Sukadiono menyamoaikan peringatan Milad Muhammadiyah ke-111 tahun ini sengaja mengulas tema terkait sikap politik warga Muhammadiyah. Acara peringatan Milad ini sengaja mengundang semua pimpinan daerah Muhammadiyah di tingkat kabupaten/kota. “Kami ingin warga Muhammadiyah kompak dan punya komitmen yang sama dalam pemilu 2024 mendatang,” ucapnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.