Tak Setuju Sistem Zonasi, Aliansi Pelajar Surabaya Gelar Aksi di Depan Grahadi

oleh -75 Dilihat
oleh
Sejumlah masa aksi menyatakan ketidak setujuannya terhadap pemberlakuan sistem zonasi menentukan wilayah sekolah. (ist)

SURABAYA, PETISI.CO – Sejumlah masa melakukan aksi protes terhadap penerapan sistem zonasi yang dirasa sangat merugikan para pelajar di Kota Surabaya.

Ketua Aliansi Pelajar Surabaya, Mirza Akmal Putra menyebut, sistem zonasi yang diterapkan menjadi permasalahan serius di dunia pendidikan.

Ia pun meminta agar zonasi segera dihapuskan. Tahun 2021 ini diharapkan menjadi kali terakhir pemberlakuan sistem tersebut.

Lebih lanjut, polemik ini tak hanya menjadi kerasahan bagi pelajar di Kota Surabaya saja, namun juga di Indonesia.

“Udah tiga sampai empat tahun teman-teman pelajar Surabaya, bahkan seluruh Indonesia menerima masalah dan akibat atas dasar pemerataan pendidikan.

Kami tidak terima. Kami ingin tahun 2021 ini jadi liang lahat bagi zonasi,” kata Mirza saat berorasi di depan gedung negara Grahadi di jalan Gubernur Suryo, Rabu (2/6/2021).

Ia memperkirakan terdapat ribuan pelajar yang gagal masuk ke sekolah negeri. Selain itu, dirinya juga menyatakan bahwa di setiap kecamatan masih terdapat wilayah yang belum memiliki sekolah atau pun pada satu kelurahan memiliki sekolah dengan kapasitas menumpuk.

Pemerintah pun diminta untuk secepatnya menyelesaikan polemik yang ada.

“Hitungan kasar kami saja dapatkan ada tiga ribu pelajar yang tidak lolos masuk negeri,” jelasnya.

“Untuk Pemprov Jatim, kalau masih menaruh perhatian pada teman-teman (pelajar) mohon ditanggapi, seperti tulisan CETAR yang tertulis di gedung Grahadi ini. Uang anda paling tidak bisa membangun satu tembok sekolah. Kami minta pada Pemkot Surabaya, Pak Eri dan Pak Armuji untuk segera merealisasi janji-janji kampanye, dan mengulurkan tangan kepada pelajar di Surabaya,” sambung Mirza.

Mirza mengaku, tak jarang dirinya diwaduli oleh pelajar yang tidak bisa masuk sekolah impianya masing-masing.

“Saya tiap malam ditelfoni sama kawan-kawan pelajar. Mereka sedih, nangis karena nggak bisa masuk ke sekolah impian mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, aksi yang dilakukan pada hari ini tak hanya dilakukan dari depan Gedung Negara Grahadi. Namun, sejumlah anggota Alinask Pelajar Surabaya turut menggelar aksi dari rumah

“Udah dari jam 10 tadi, temen-temen lain ada yang melakukan aksi dengan mengangkat tulisan pada secarik kertas. Kami juga akan publikasikan dengan hashtag yang telah tercantum di Instagram Aliansi Pelajar Surabaya,” pungkas Mirza. (nan)

No More Posts Available.

No more pages to load.