Tambang Emas dan Galian C Masuk Pembahasan Tiga Pilar

oleh
Wakil Bupati, Yusuf Widyatmoko

Wabup Yusuf : Pembangunan Bisa Tersendat, Penambang tak Bisa Kerja

BANYUWANGI, PETISI.COIbarat bola salju, isu gejolak tambang emas Tumpang Pitu dan tambang pasir dan batu (baca; galian C), serta rencana aksi demo, sampai pula dalam pembahasan tiga pilar yang diselenggarakan  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi, bertempat di Pendopo Bupati Banyuwangi, Sabha Swagata Blambangan, Selasa (16/5/2017).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati, Yusuf Widyatmoko, S.Sos, mewakili Bupati Abdullah Azwar Anas di hadapan seluruh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) se Banyuwangi, beranggotakan unsur TNI/Polri/Pemerintahan dan tokoh masyarakat.

Realita dalam proses pembangunan di daerah, tentu keamanan dan ketentraman masyarakat menjadi penting.

Kondisi Kabupaten Banyuwangi yang aman dan kondusif, menjadikan banyak penilaian positif yang membuahkan penghargaan baik provinsi maupun nasional.

“Prestasi Ini semua berkat kekompakan semua pihak beserta masyarakat,” ungkap Yusuf Widyatmoko dalam sambutannya.

Disampaikan Yusuf Widyatmoko, para penambang pasir dan batu di wilayah Banyuwangi akan menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati Banyuwangi pada tanggal 18 Mei 2017, hari Kamis.

Meski tidak bisa mengambil kebijakan, Pemerintah Daerah akan tetap menerima dan membantu keinginan penambang Galian C untuk disampaikan kepada Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dengan harapan ada solusi dan kebijakan yang baik,sehingga pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik.

“Kita harus membantu mereka, ini menyangkut  kepentingan pembangunan di Banyuwangi. Agar tidak tersendat. Karena penambang pasir dan batu tidak bisa berkerja,” jelasnya.

Selain persoalan tambang galian C yang menjadi isu , dalam kesempatan Rakor Tiga Pilar tersebut, Wakil Bupati Banyuwangi memberikan instruksi kepada jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan tempat hiburan malam menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Selain Satpol PP, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko juga meminta Dinas Prindustrian dan Perdagangan maupun Dinas Koperasi UMKM,agar menggelar pasar murah, dengan tujuan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri mendatang. (hari/to)