SURABAYA, PETISI.CO – Beban berat dipikul kontingen Jawa Timur (Jatim) di arena Pekan Olahraga Nasional (Popnas) XV di Jakarta, 16-25 Nopember 2019. Ditengah pengurangan jumlah cabang olahraga (cabor), Jatim memburu target juara umum.
Target tersebut, disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan usai menyambut dan melepas kontingen Popnas Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (15/11/2019).
“Harapan saya bisa juara umum. Saya tadi sudah nanya ke Kadispora kalau untuk jadi juara umum, maka amannya harus dapat 48 medali emas,” kata Khofifah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jatim, Supratomo mengaku sudah berhitung kembali perolehan emas, pasca pencoretan tujuh cabor di Popnas tahun ini. Sebab, pencoretan tujuh cabor tersebut, berdampak pada target jumlah medali semula.

“Dari hitungan yang dilakukan, realistisnya untuk bisa juara harus mendapat 44 emas dari 261 nomor yang dipertandingkan. Jumlah atlet kita sebanyak 198 dan turun di 13 cabor. Kita sih tetap optimis dalam kondisi apapun,” ujarnya.
Tujuh cabor yang dihilangkan dalam Popnas 2019, enam diantaranya adalah cabor unggulan Jatim. Yakni, tenis lapangan, gulat, tinju, basket putri, bolavoli dan tenis meja.
“Ada sekitar 20 emas yang kami prediksi hilang. Enam cabor itu lumbung emas kita. Sudah pasti Jatim merasa dirugikan,” tandasnya.
Pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan keputusan tersebut. “Mau gimana lagi, kalau sudah menjadi keputusan tuan rumah DKI bersama Papua yang sebelumnya ditunjuk menjadi tuan rumah Popnas,” ucapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap optimis target juara umum dapat digapai. Rasa optimis itu, didasari persiapan atlet yang cukup matang. Persiapan dilakukan dengan menggelar TC desentralisasi dan sentralisasi.
“Dalam TC, atlet-atlet Popnas berlatih dengan atlet senior yang menghuni puslatda Jatim. Banyak pengalaman yang didapat. Diantaranya, kemampuan teknis meningkat dan punya pengalaman,” paparnya. (bm)







