PETISI.CO
Sukaryo Teguh di ruang kerjanya, Kamis (10/6/2011).
PERISTIWA

Tawaran Unicef Disambut Baik BKKBN Untuk Dukung Program Percepatan Penurunan Stunting

SURABAYA, PETISI.CO – Kaper BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukaryo Teguh Santoso, menyambut baik tawaran Badan Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Children’s Fun/Unicef) dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

“Tawaran untuk mendukung program penurunan stunting ini sangat bagus, karena memang Stunting menjadi concern BKKBN, kami menyambut baik, berharap kolaborasi dapat berjalan terus dengan baik, kami siap mendukung penguatan-penguatan yang di lakukan Unicef dalam program percepatan penurunan stunting ini,” kata Sukaryo Teguh di ruang kerjanya, Kamis (10/6/2011).

Baca Juga :  Pemkot Madiun Launching Program Pendataan Penduduk dan Pelayanan KB Tahun 2021

BKKBN akan menerapkan konsep pendampingan keluarga sesuai dengan ranah dan tanggung jawab program KB.

“Konsep yang kami tawarkan adalah Pendampingan Keluarga, dalam program percepatan penurunan stunting yang secara struktural menjadi tanggung jawab Program KB, tetapi kami masih menunggu “gong” dari pemerintah dalam bentuk perpres dari pemerintah untuk memudahkan kami dalam bergerak,” ujar Sukaryo Teguh.

Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Jawa, Erni Ndoen Ph.D, mengungkapkan bahwa organisasinya sangat terbuka dan mendukung upaya-upaya pemerintah dalam percepatan penurunan stunting.

Baca Juga :  Antisipasi Longsor Susulan, BPBD Jatim Lakukan Survei Geologi, Seismik dan Foto Udara

“Prinsipnya kami siap untuk berkolaborasi. Selama ini Unicef memiliki 4 program penanganan permasalahan gizi yaitu, permasalahan gizi pada anak (Stunting), Gizi pada ibu menyusui (ASI), Gizi pada remaja, serta Gizi pada situasi darurat (Bencana Alam),” kata Erni.

Erni juga menegaskan bahwa penanganan stunting ini merupakan tanggung jawab bersama yang penanganannya harus melibatkan banyak sektor, termasuk swasta.

“Semua harus berkontribusi, harus dikeroyok, termasuk dari pengusaha swasta sangat terbuka untuk digandeng dalam kolaborasi ini, mengingat sistem pola asuh pada lingkungan perusahaan swasta juga dapat menjadi faktor pada peningkatan stunting, untuk itu swasta juga sangat concern dalam penanganan tersebut, sangat tepat bila kita juga merangkul swasta untuk ikut berkolaborasi,” tuturnya. (guh)

terkait

Dugaan Kick Back Pengalihan Deposito Dana Pemda Kota Batu Penyebab Penundaan Pembayaran

redaksi

Pilkada Surabaya 2020, Unsur Masyarakat Madura Layak Dilirik Machfud Arifin

redaksi

70 Personel Polres Kuansing Naik Pangkat Berikan Bansos Sembako Kepada Masyarakat Tidak Mampu

redaksi