Temu Kangen FE Untag Surabaya, Kusumo Adi Nugroho “Nucky” Legislator Humble dan Humoris

oleh
oleh
Bersama geng FE UNTAG Surabaya, Nucky (topi merah) dengan gaya kocak "berenang"

Sidoarjo, petisi.co – Temu kangen alumni Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 (FE Untag) Surabaya di Bajawa cafe, Minggu (19/4/2026) menjadi ajang nostalgia.

Acara yang dikemas dalam bentuk Halal Bihalal itu, dihadiri ratusan alumnus lintas generasi dari 9 angkatan. Mulai tahun 1988 hingga angkatan 1996.

Duduk merakyat, Nucky (topi merah) wakil rakyat yang humoris dan humble

Seperti ajang reuni pada umumnya, acara dibuka dengan pembacaan registrasi atau daftar hadir oleh pemandu acara. Setiap angkatan yang dipanggil direspon sorak sorai gempita.

Suasana terasa makin semarak, ketika ketua Ikatan Keluarga Besar (IKBA) Untag Surabaya, Kusumo Adi Nugroho hadir memasuki ruangan acara.

Kedatangan politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang kini menjadi wakil rakyat Sidoarjo tersebut disambut jabatan tangan dan pelukan hangat dari alumni pria.

Legislator yang akrab dipanggil dengan nama Nucky itu juga tak menolak jika dimintai foto bersama oleh alumni yang didominasi para wanita.

Di mata mereka, anggota komisi B DPRD Sidoarjo ini, dikenal sosok yang humble dan humoris. Banyak kisah menarik tentang nucky yang dirasakan setiap individu.

Politisi kelahiran Surabaya, 53 tahun silam ini dikenal hampir di seluruh angkatan.

“Pak Nucky angkatan 1991. Beliau ini dulu jaman jadi mahasiswa yang ngospek saya. kebetulan saat itu, saya ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT),” aku Nono Soepriyadi, angkatan 1988.

“Kalau saya ketemu Nucky, gak pernah serius. Mesti guyon terus. Malah sering gojlok-gojlokan (saling ledek). Satu hal yang gak pernah bisa lupa, waktu saya bicara serius, tahu-tahu dia ngeprank nguyoni saya. Akhirnya gak jadi ngobrol serius. Meski begitu, kami gak pernah muring-muring (marah-marah),” aku Abdullah tertawa lepas, angkatan 1990.

“Sama dengan saya. Tiap ketemu Nucky gak pernah serius. Jadi saat sumpek, cari dia pikiran stres langsung hilang. Dengar guyonan atau bercandanya Nucky, seketika langsung cair,” cetus Agung, angkatan 1993.

“Saya kenal Nucky waktu kita sama-sama aktif di organisasi kemahasiswaan. Orangnya baik dan tidak pilih-pilih teman. Dia juga pandai merangkul semuanya. Maka sesuai banget kalau beliau menjadi anggota dewan,” ucap Grindo Utomo, angkatan 1992.

Sementara itu, di mata teman alumni wanita, terutama sahabat satu angkatan. Sosok Nucky dikenal sebagai figur inspiratif sekaligus konyol. Jiwanya yang suka menolong dan tak biasa membiarkan teman sedih, membuat Nucky dijuluki super hero.

“Konyolnya itu, kadang-kadang dia menyebalkan karena seneng ngisengin atau usil ke orang. Tapi beliau itu menurut saya orangnya sangat care sama siapa aja, kata lainnya humble. Selain itu, dia termasuk orang yang luar biasa karena suka membela teman sehingga dikenal sebagai sang pahlawan,” beber Metisa Primitayani, angkatan 1991.

Ibu rumah tangga yang akrab dipanggil dengan nama Mita ini, mengaku senang bersahabat dengan Nucky. Banyak kenangan dan cerita tak terlupakan saat mereka berkumpul bersama.

“Geng kami ada 7 orang, diantaranya Nucky, saya, Iwan, Fasya, Lia, Diah dan Desi. Itu dulu satu circle, satu angkatan. Sahabatan nongkrong. Susah senang dirasakan bareng,” kenangnya.

Di antara jutaan kisah bersama Nucky, ada satu pengalaman yang tidak bisa dilupakan dan itu terus menjadi bahan obrolan yang tak usang. Sikapnya yang kerap menjadi pelindung dan pembela teman dikenang abadi hingga sekarang.

“Ada salah satu dari sahabat kita, dia cewek mau pulang ke bungurasih. Kebetulan diantar sama Nucky. Pas sambil jalan di depan ada preman, kawan kita itu dijawil-jawil. Begitu masuk bus, dia cerita. Setelah bus berangkat, preman itu langsung didatangi dan dibuat takut sama Nucky,” ulas Mita.

Ia berpesan kepada sahabatnya itu untuk tetap menjadi pemimpin yang santun dan sederhana. Dirinya juga meyakini profesi anggota DPRD yang saat ini diamanahkan kepada Nucky akan tetap terjaga.

“Saya tahu dan paham betul dengan karakter dia. Nucky ini betul-betul dari bawah, pernah jadi petani dan dagang oli. Maka kami yakin dia tidak akan berkhianat pada konstituen atau rakyat. Justru seribu persen dia pasti bela orang-orang yang posisinya dibawah,” serunya penuh semangat.

Sementara, angkatan termuda 1996, Kurniawati Dian Kusumaningrum bicara blak-blakan tentang sosok Nucky. Meski belum pernah kenal saat kuliah. Ia merasa tak canggung untuk berbincang langsung dengan legislator dari Dapil Sidoarjo 3 (Tarik, Krian, Balongbendo) ini.

“Saya kenalnya pas ada acara di IKBA. Dalam hati, mbatin ini ketua IKBA kok rada-rada kocak. Kayak ada eror-erornya gitu, Jadi kemarin ada yang nyanyi disana. Saya coba godain Pak Nucky, ini ada uang Rp 2.000 tak kasi ke dia, ngetes berani nyawer atau gak. Ternyata disawer beneran,” beber Dian tertawa lebar.

Menutup acara temu kangen, Nucky menyampaikan rasa terima kasih kepada para alumni FE Untag Surabaya, yang telah berkenan hadir. Sebelum berpamitan, ia juga menyampaikan rasa permintaan maaf akibat tingkahnya yang kerap usil saat di kampus.

“Mohon maaf, jika pas kuliah, ada yang saya usilin. Tidak ada maksud apa-apa, karena usil itu bagian dari cara saya mencairkan suasana. mosok jadi mahasiswa tegang terus. kadang perlu di usil dan dicandain,” tuturnya seraya mengatupkan kedua telapak tangan.

Acara temu kangen ini, kata Nucky menjadi embrio bagi kegiatan reuni akbar yang direncanakan sebentar lagi digelar dengan mengundang angkatan paling senior yakni 1962.

“Rencana saya, saat reuni akbar FE Untag, kita usahakan bisa menghadirkan Mike Tramp vokalis grup musik White Lion,” tutupnya dengan senyum mengembang. (luk)

No More Posts Available.

No more pages to load.