Terkait Kebijakan Efisiensi, KONI Pusat Minta KONI Provinsi dan Kab/Kota Bisa Menyesuaikan

oleh
oleh
Marciano (kanan) dan Nabil saat diwawancarai wartawan

Surabaya, petisi.co – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman meminta KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota dan pimpinan cabang olahraga mampu menyesuaikan diri. Menyesuaikan itu bukan berarti kegiatan tidak berjalan.

Hal tersebut, disampaikan Marciano pada pembukaan Rakerprov KONI Jatim Tahun 2025 di Hotel Harris Gubeng, Surabaya, Selasa (25/2). Tema Rakerprov tahun ini adalah ‘Jawa Timur Siap Berprestasi pada PON XXII 2028 NTB-NTT dengan Semangat Wani Menang’.

Marciano memandang perlu menyampaikan hal itu, setelah mengetahui ada kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan efisiensi anggaran ini dinilai bisa berdampak pada atlet-atlet Pelatnas, termasuk atlet asal Jatim.

“Menyesuaikan itu melihat kembali rencana anggaran dan berani mencoret. Sehingga dana yang dikeluarkan itu tepat guna untuk pembinaan olahraga prestasi,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat olahraga untuk memberikan dukungan, namun tetap kritis dan turut mencari solusi melalui sinergitas. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci meraih solusi. Pesan dan ajakan ini juga berlaku untuk seluruh anggota KONI Pusat.

“Kalau Jatim tidak melakukan pembinaan dengan baik, prestasi Indonesia juga merosot. Pasalnya Jatim merupakan salah satu KONI dengan pembinaan ideal dan menjadi tulang punggung Indonesia. Tim nasional dalam berbagai cabang olahraga juga mengandalkan Jatim,” ujarnya.

KONI Pusat sendiri sudah melakukan beberapa langkah dalam merespons kebijakan tersebut. Seperti Permenpora Nomor 14 Tahun 2024, Marciano telah bersurat ke Menpora untuk permohonan revisi demi kebaikan kita semua.

Selain bersurat ke Menpora, KONI Pusat juga sudah menyampaikan masukan kepada wakil rakyat, Komisi X DPR RI.  “Jangan pernah berpikir kita menentang kebijakan pemerintah, justru kita memberikan masukan untuk menjaga wibawa pemerintah,” tegas Marciano.

Sebelum menyampaikan sambutan, Marciano menerima hasil Focus Group Disccusion (FGD) dari akademisi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terkait Permenpora Nomor 14 Tahun 2024. Rekomendasi yang diserahkan Unesa, adalah rasa cinta dan bangga kepada kita, Patriot Olahraga Prestasi Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi dan penghormatan yang tinggi atas nama KONI dan anggotanya, 78 induk cabang olahraga, 38 KONI Provinsi yang membawahi 514 KONI Kab/Kota dan 6 organisasi fungsional,” kata Marciano.

Ketua KONI Jatim M Nabil mendukung pemerintah yang mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran. KONI merupakan bagian dari pemerintah, sehingga harus mengikuti keputusan pemerintah. Diharapkan kebijakan tersebut tidak mengganggu program KONI Jatim.

Salah satunya adalah penyelenggaraan Porprov 2025. “Kita sudah melakukan efisiensi, seperti pembatasan jumlah nomor yang dilakukan di Porprov. Rakerprov juga berlangsung selama satu hari dari rencana semula dua hari dan menginap,” ungkapnya.

Yang penting, bagi Nabil adalah prinsip pembinaan dan pemberdayaan atlet untuk membawa nama baik Jatim dan nama baik Indonesia dikancah internasional selalu ada. “Baik puslatda dan try outnya. Karena itu menjadi bagian tak terpisahkan dalam aspek pembinaan menuju prestasi,” tandasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.