Terpilih Ketua Umum KONI Jatim, Nabil Akan Tancap Gas

oleh
Nabil saat diwawancarai wartawan usai terpilih sebagai ketua umum KONI Jatim periode 2022-2026.

SURABAYA, PETISI.CO – Seperti diprediksi sebelumnya, Ketua Harian KONI Jawa Timur (Jatim) M Nabil akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Jawa Timur (Jatim) periode 2022-2026 dalam Musorprov KONI Jatim di Hotel Bumi, Surabaya, Rabu (26/1/2022).

Nabil melenggang mulus duduk di kursi ketua umum, karena tidak ada calon lain yang maju. Sebagai calon tunggal, Nabil langsung mendapat dukungan mutlak dari 38 KONI Kabupaten/Kota dan 64 Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor).

“Dalam dua minggu ini, saya bersama tim formatur akan menyusun kepengurusan baru KONI Jatim. Tak perlu berlama-lama, karena tugas berat sudah menanti,” kata Nabil kepada wartawan usai pemilihan.

Dalam menyusun kepengurusan KONI Jatim masa bakti 2022-2026, Nabil akan dibantu dua formatur terpilih, yakni Mirza Muttaqien (Ketua Umum POSSI Jatim) dan Hoslih Abdullah (Ketua Umum KONI Surabaya).

Karena itu, mantan komisioner KPU Jatim itu, siap tancap gas. Tidak hanya terkait pembentukan kepengurusan, juga persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh pada 2024 mendatang.

Rencananya, Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) akan dimulai pada Oktober 2022 nanti. “Program jangka pendeknya adalah pembenahan serta persiapan perangkat yang akan masuk Puslatda,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya sedang mengevaluasi dan mendegradasi atlet-atlet yang tidak memenuhi syarat dari segi usia dan kualifikasi untuk direkrut sebagai atlet Puslatda. “Puslatda tahun ini akan dimulai pada Oktober,” tegasnya.

Selain mempersiapkan atlet, Nabil menyebut akan mengidentifikasi cabang olahraga (cabor) baru yang akan dipertandingkan di PON Sumut-Aceh nanti. Total ada 65 cabor yang dipertandingkan.

Sebanyak 33 cabang akan dipertandingkan di Aceh. Sedangkan Sumut menjadi tuan rumah untuk 32 cabang. Dari total jumlah cabor itu, terdapat 15 cabor baru. Antara lain, Kurash, Hapkido, Kabaddi, Sambo, Kick Boxing, Ju Jitsu dan Triatlon.

Pihaknya meminta kepada pimpinan cabang olahraga untuk mencari atlet-atlet yang akan diikutsertakan di PON nanti. Karena olahraga itu terukur, aka keikutsertaan adalah prestasi.

“Jangan sampai kepesertaan nomor cuma hanya 25 persen atau kurang dari separuh. Sebab, jika keikutsertaan sedikit, potensi untuk mendapatkan medali juga sedikit,” tegasnya.

Ketua Umum demisoner KONI Jatim, Erlangga Satriagung mengungkapkan bahwa tugas Nabil ke depan tidak mudah. Target pertama tentu berprestasi di PON Sumut-Aceh.

Ia juga menggarisbawahi tentang cabang olahraga bela diri baru yang akan dipertandingkan di multieven terakbar di Indonesia itu. “Jangan sampai Jatim justru kecolongan dari daerah lain,” ucapnya.

Tantangan kedua, menurutnya, adalah mencetak itu atlet prestasi internasional. Untuk itu, pihaknya menyampaikan kepada pengurus cabor bahwa target ke depan jangan hanya PON. Tapi harus prestasi internasional, minimal di Asia Tenggara.

“Jika targetnya berprestasi internasional, maka target di PON itu ringan. Kalau hanya fokus dan konsentrasi di PON, prestasi internasionalnya pasti terlewati,” paparnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.