Surabaya, petisi.co – Tiga dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih hibah pengabdian kepada masyarakat dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek untuk tahun 2025. Ketiganya berhasil lolos seleksi proposal dan meraih pendanaan secara bersamaan.
Salah satu penerima hibah adalah Kaprodi Bisnis Digital, Mochammad Arkansyah, M.I.Kom, yang mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Bisnis Digital Kampung Kue Rungkut Surabaya untuk Digital Branding dan E-Commerce UMKM.” Program ini bertujuan mendukung transformasi digital UMKM lokal agar dapat bersaing di era ekonomi digital, khususnya melalui penguatan branding dan pemanfaatan platform e-commerce.
“Ini berkat dorongan LPPM dan Stikosa AWS yang terus mendukung pengembangan kompetensi riset para dosen,” ungkap Arkansyah saat ditemui di kampus, Jumat (30/5).
Proposal Arkansyah melibatkan dua dosen lain, yakni Ratna Puspita Sari dan Yunita, dalam tim pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, dosen Suprihatin, M.Med.Kom, juga berhasil mendapatkan hibah melalui skema Penelitian Fundamental Bima Kemdiktisaintek 2025. Dengan topik “Membaca Strategi Komunikasi Politik Anggota Legislatif Perempuan di Parlemen Daerah: Studi Kasus di Provinsi Jawa Timur”, Suprihatin menyoroti pentingnya keterwakilan perempuan dalam parlemen dan tantangan yang mereka hadapi di ranah politik.
Berdasarkan data Pemilu 2019, keterwakilan perempuan di DPR RI baru mencapai 20,87% atau 120 dari 575 kursi. Kondisi serupa terjadi di DPRD Provinsi Jawa Timur yang hanya mencatatkan 19,2% legislator perempuan. Meski UU Pemilu mengamanatkan kuota 30%, angka ini belum pernah tercapai secara nasional.
“Peran perempuan di parlemen masih terhambat oleh budaya patriarkal dan minimnya strategi komunikasi politik yang efektif. Penelitian ini mencoba menggali lebih dalam bagaimana legislator perempuan membangun eksistensi dan pengaruh mereka,” jelas Suprihatin.
Dalam timnya, Suprihatin berkolaborasi dengan dosen Ratna Puspita Sari dan Anita Agustina Wulandari, serta mahasiswa Stikosa AWS, Rini Nurchofifah.
Nama ketiga dalam daftar penerima hibah adalah Baswara Yua Kristama, M.Sos, atau akrab disapa Joa Ibas, yang juga menjabat Kepala LPPM Stikosa AWS. Ibas mengusung proposal “Efektivitas Strategi Komunikasi Partisipatif Dalam Meningkatkan Partisipasi Sosial Remaja Karang Taruna Melalui Pendekatan Research Capacity Building di Kabupaten Sidoarjo.”
Menurutnya, riset ini bertujuan merumuskan strategi komunikasi partisipatif berbasis empati untuk meningkatkan peran aktif pemuda Karang Taruna dalam kegiatan sosial dan pengembangan kapasitas riset.
Ketua Stikosa AWS, Dr. Jokhanan Kristiyono, M.Med.Kom, turut menyampaikan apresiasinya atas capaian gemilang tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi para dosen Stikosa AWS yang berhasil meraih pendanaan nasional. Ini menjadi bukti komitmen kampus dalam mendorong riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata,” ujarnya penuh semangat.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pencapaian ini mendukung indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi, terutama dalam hal keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. (cah)






