Tim Kemendes Provinsi Jatim Kunjungi Gapoktan Al Barokah

oleh

BONDOWOSO, PETISI.CO – Kemendes Wilayah I Jatim, Fausi melakukan kunjungan ke Gapoktan Al Barokah Desa Lombuk Kulon Kecamatan Wonosari, dalam rangka menggali hasil produk unggulan desa berupa beras organik hasil produksi Gapoktan Al Barokah, dimana produk beras organik yang dihasilkan sudah menjadi produk nasional dan internasional.

Fausi Ketua Tim Kemendes wilayah satu  menjelaskan,  pihaknya ke tempat ini dalam rangka menindak lanjuti MoU yang telah disepakati bersama, antara sejumlah perusahaan dengan Kemendes pusat, sehingga dalam hal ini kami lakukan langkah dengan mencoba menggali data terkait hasil produk unggulan desa, seperti kopi dan beras, sebagai contoh produk beras unggulan beras organik hasil produksi Gapoktan Al Barokah Desa Lombuk Kulon Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso.

Dari data yang dihimpun, nanti akan dibuatkan dalam sebuah profile Desa Lombuk Kulon yang akan dubuatkan  terkait dengan padinya.

“Profile tersebut  akan kami sampaikan kepada perusahaan perusahaan yang telah ber-MoU dengan perusahaan, yang intinya nanti bisa dikembangkan lebih lanjut, entah akan dijadikan anak angkat atau sebagainya, namun pada intinya agar dapat dikembangkan lebih lanjut, agar nantinya bisa meningkatkan di  sektor ekonomi.”

Untuk Kemendes sendiri, seperti yang kita lihat dokumen foto yang berada di banner, jelas sekali Presiden RI, Joko Widodo tertarik produk beras merah organik Gapoktan Al Barokah Desa Lombuk Kulon Kecamatan Wonosari Kebupaten Bondowoso Jawa Timur, saat hadir pada pameran Blue Fire di Kemayoran Jakarta.

Ini sangat mendukung sekali,  bahkan produk ini bisa dijadilan pilot projeck. “Maka dari itu kami akan memberikan peluang kepada daerah-daerah yang punya hasil produk tertentu,” ujarnya.

Kemendes dalam hal ini hanya akan memberikan batuan peralatan untuk menunjang kegiatan seperti membangun lokal, tempat pelatihan, dan sebagainya.

Seperti permintaan Mulyono, selaku Ketua Gapoktan Al Barokah, berupa bangunan untuk tempat menginap mahasiswa, atau pihak lainnya yang menggali ilmu atau study banding. Mulyono menyampaikan,  ” Saya hanya meminta kepada Kemendes pusat bisa membantu sarana gedung ruang penginapan bagi mahasiswa atau pihak lainnya yang sedang melakukan study menimba ilmu,” terangnya.(cip)

No More Posts Available.

No more pages to load.