PETISI.CO
Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Ketua Tim PSI untuk Pemenangan Eri Cahyadi, Erick Komala S.H. (Ist)
PILKADA

Tim Pemenangan PSI untuk Eri Cahyadi Terapkan Prokes Saat Lakukan Kampanye

SURABAYA, PETISI.CO – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat melakukan kampanye pada Pilkada Surabaya 2020 untuk paslon Eri Cahyadi dan Armuji secara tatap muka.

“Kampanye tatap muka yang diadakan oleh PSI menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.” Ketua Tim PSI untuk Pemenangan Eri Cahyadi, Erick Komala S.H, Selasa (3/11/2020).

Erick mengungkapkan, pihak menyediakan sejumlah fasilitas penunjang berjalannya protokol kesehatan saat melaksanakan kampanye, seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker media, thermogun, dan faceshield.

Baca Juga :  Dapat Aduan Soal TPS di Depan Sekolah, Eri Cahyadi Pastikan Bakal Lakukan Penataan Lokasi

Selain itu, panitia kampanye juga diwajibkan mengenakan masker dan faceshield saat berjalannya acara.

Menurut dia, penerapan protokol kesehatan ini bertujuan memberikan rasa aman kepada warga yang ingin menghadiri pelaksanaan kampanye.

“Penerapan protokol kesehatan yg ketat ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman warga yang mau datang mendengarkan paparan visi-misi Mas Eri,” jelasnya.

Tak hanya protokol kesehatan saja, seluruh juru kampanye PSI diharuskan melakukan rapid dan swab PCR secara rutin. “Jadi, bukan sekedar pernyataan keterangan sembuh dari dokter ya, tapi hasil test negatif. Jangan sampai juru kampanye menjadi super spreader di masa pandemi ini,” ujar Erick.

Baca Juga :  Pilpres 2019 Bikin Alumni Unair Terpecah

PSI juga kerap kali melakukan kampanye melalui jalur daring, terutama melalui akun sosial media partai. Karena kata Erick, penggunaan dunia maya sebagai sarana berkampanye merupakan salah satu kekuatan utama.

“Sosial media adalah salah satu kekuatan utama PSI dalam berkampanye, begitu pula dalam kampanye kali ini kami juga full power di sosial media,” terangnya.

Meski begitu, ia menyadari bahwa melakukan kegiatan kampanye memiliki banyak tantantangan tersendiri, seperti hoax yang menjadikan hal itu sebagai faktor terjadinya disinformasi.

Baca Juga :  Kapolres dan dandim Mojokerto Bagikan Masker di Pasar

“Dalam kampanye di sosial media saat pemilu apapun, selalu ada aja yang memberikan disinformasi. Nah disinformasi seperti ini lah yang merugikan masyarakat. Ini masa kampanye loh, seharusnya mendapatkan informasi yang benar dan detail tentang calon maupun program-programnya,” tandas dia. (nan)

terkait

Ribuan Massa Pendukung Prabowo-Sandi Padati Gelora Delta Sidoarjo

redaksi

PSU di TPS 46 Diselenggarakan, KPU Surabaya Harap Antusias Warga Tak Turun

redaksi

KPU Kota Surabaya Gelar Rekapitulasi Perhitungan Suara Tingkat Kota

redaksi