Tingkat Okupansi Hotel di Jember Merosot Paska Penerapan PPKM Darurat

oleh -204 Dilihat
oleh
Salah satu hotel di Jember.

JEMBER, PETISI.CO – Semenjak pemerintah memutuskan untuk memberlakukan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Darurat yang diberlakukan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang. Banyak hotel yang ada di Jember mengalami penurunan okupansi yang cukup signifikan.

Hal itu di sampaikan General Manager (GM) Meotel Jember by Dafam Hotels, Helman Dedy Choandra, ia mengatakan dengan di berlakukannya PPKM Darurat ini, tingkat okupansi merosot.

“Kami punya 120 kamar. Dari awal bulan hingga sekarang ini ratarata 10-15 persen saja terisinya. Artinya hanya 15-20 kamar saja yang terisi,” tutur Helman pada Kamis, (8/7/2021).

Helman juga mengungkapkan pada tahun-tahun sebelumnya pihaknya mampuh closing hingga 65-70 persen perbulan.

“Tahun sebelum pandemi kita bisa closing sampai 65-70 persen, 2021 ini tidak ada,” ujarnya.

“Di 2021 yang kita harapkan ada recovery ternyata masih juga ada dampak dari pandemi covid-19. Emang ada satu dua bulan yang bisa recovery meskipun harganya di bawah pasaran,” sambungnya.

Dikonfirmasi terpisah, General Manager (GM) Hotel 88 Jember L.Y. Anggoro Wicaksono mengatakan hal serupa.

“Mulai pemberlakuan PPKM Darurat tanggal 3 itu tanggal 2 sudah mulai banyak penurunan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telpon.

Ia juga mengatakan, pada bulan Juni, kamar hunian bisa mencapai 80 persen. Namun, trend positif itu harus tumbang akibat adanya PPKM Darurat.

“Di Hotel 88 sendiri, terdapat 42 kamar, tingkat hunian saat PPKM Darurat hanya 20 persen atau sekitar 10 sampai 11 kamar. Padahal, bulan Juli ini puncaknya hunian, apalagi habis hariraya kenceng sampai akhir tahun dan tahun baru,” tuturnya.

Ia menyampaikan, penurunan okupansi terjadi tidak hany dalam kota, melainkan semua hotel terkena dampaknya.

Ia juga berharap, pandemi segera berlalu, karena, menurutnya, penghuni hotel bergantung pada tamu yang datang dari luar kota.

“Kita yang di perhotelan ini bergantung pada kedatangan orang, dan tamu kita lebih banyak dari luar kota ini,” pungkasnya. (mmt)

No More Posts Available.

No more pages to load.