Tingkatkan Harga Jual Jagung, Dinas Pertanian Sijunjung Gandeng JC

oleh
Rombongan dari Dinas Pertanian saat memberikan sosialisasi.

SIJUNJUNG, PETISI.CO – Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung menggandeng Jaffa Conffed (JC) sebagai salah satu suplayer pembeli jagung petani di kawasan timpeh datang dan sosialisasi pembelian harga jagung di hadapan 25 petani yang di perkirakan panen lebih kurang 250 ha pada minggu ini.

Neng Wismar Utami, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikuktura Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung didampingi Kepala BPP dan PPL Sungai Lansek kepada petisi.co Senin (22/5/2017) di Balai Jorong Timpeh 4 menyampaikan, dari dinas datang ke timpeh membawa pembeli jagung dari Jaffa Conffed. “Kedatangan kami bersama rombongan membawa informasi secara langsung tentang harga jagung yang akan dipanen minggu depan dan sekaligus memberi penyuluhan tentang penanganan pasca panen,” ujarnya.

Jumaidi dan Ricky Usman dari Jaffa menyampaikan,  harga jagung saat ini ditetapkan oleh pemerintah dengan kualitas normal sebesar Rp 4.050 perkilo, ini berdasar pada spesifikasi penerimaan jagung lokal tahun 2017.

Dibagi dalam 2 ukuran, yakni Grade B spesifikasi biji jamuran maks 3%, biji pecah maks 4%, biji mati maks 5%, benda asing maks 2%, aflatoxin maks 150 ppb, bau atau odor segar, sedang Grade C biji jamur 6%, biji pecah 10% biji mati 10% benda asing 5% aflatoxin 300 ppb bau atau odor segar dan seterusnya termasuk rafraksi non kadar air jagung lokal biji jamur > 3% pembagi 2,0 % biji pecah > 4% pembagi 3,0 % biji mati > 5% pembagi 2,5 % benda asing > 2% pembagi 2,0% aflatoxin maksimal 200 ppb.

Para petani jagung mendengarkan penjelasan.

Sementara, Tono (34), petani menyampaikan, bahwa hasil panen jagungnya selama ini dijual langsung ke Kandang Payakumbuh. Persoalan yang dihadapi yaitu persoalan harga yang tidak stabil, banyak merugika petani.

“Apalagi saya mengantar sendiri yang kadang-kadang beresiko dalam perjalanan, misalnya waktu hujan atau bocor ban jadi terlambat masuk gudang, jagung rusak jadi saya merugi,” ujarnya.

Heru (42) warga Timpeh 6 menyampaikan, sebaiknya PPL terus mendampingi petani untuk menghindari kerusakan panen jagung. “Terus terang, pengetahuan saya tentang ini memang masih kurang, makanya hasil panen saya karena salah urus jadi berjamur.”

Berdasar pantauan petisi.co di balai jorong setelah petani dan petugas puas berdiskusi dan konsultasi tentang jagung, dilanjutkan peninjauan ke lokasi areal jagung yang akan dipanen.(gus)