PETISI.CO
Kanti Arum Ingtyas.
HUKUM

Tipu Pelanggan, Pegawai PT Liek Motor Diganjar Penjara

SURABAYA, PETISI.CO – Menipu pembeli truk tangki dan mobil, Kanti Arum Ingtyas diganjar penjara dua tahun. Majelis hakim diketuai Martin Ginting menyatakan, mantan pegawai PT Liek Motor itu terbukti bersalah, melanggar pasal 378 KUHP.

Putusan itu diucapkan majelis hakim pada sidang di ruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (21/7/2021).

Dalam amar putusan, majelis hakim menyebut, berdasarkan fakta dan bukti-bukti, terdakwa Kanti Arum terbukti melakukan penipuan berkelanjutan.

“Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dipotong masa tahanan,” kata Hakim Ketua Martin Ginting, membacakan putusan, Rabu (21/07/2021).

Baca Juga :  Kades Sampang Agung Mangkir di Sidang Pidana Pemilu

Atas putusan itu, terdakwa menyatakan pikir-pikir. “Saya pikir-pikir dulu Yang Mulia,” kata Kanti Arum dengan suara terbata-bata.

Begitu juga dengan JPU Parlin Manurung (jaksa pengganti), juga menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya, JPU menuntut dengan hukuman dua tahun dan enam bulan penjara.

Pada surat dakwaan, Kanti Arum Ingtyas merupakan marketing PT Like Motor di Jalan Indrapura 47 Surabaya. Dengan bujuk rayunya, dia berhasil mengelabui Yogy Lismana Pambahako pemilik PT Prima Sakti Energi milik dan user dari PT Liek Motor, dengan kerugian Rp 747.288.000.

Baca Juga :  Penipu Bermodus Trading Bitcoin Diganjar 10 Bulan Penjara

Pada 28 Desember 2020, saksi Yogy Lismana Pambahako, saksi Ruslan Miradj dan saksi Andi Syahrul mengecek kebenaran dari nomor invoice: INV/0559/SUB_0270 yang dikirim terdakwa Kanti Arum, di Kantor Meratus Kendari. Ternyata invoice tersebut palsu.

Kemudian saksi Yogy menghubungi terdakwa. Menanyakan perihal pengriman 4 unit Mobil Tangki kapasitas 5000 liter, 3 unit Toyota Fortuner dan 1 unit Toyota Innova Reborn. Namun terdakwa mengatakan bahwa semua unit masih berada di Surabaya.

Akibat perbuatan dari terdakwa saksi Yogy Lismana Pambahako mengalami kerugian Rp 254.010.000, saksi Ruslan Miradj mengalami kerugian Rp 292.278.000 dan saksi Anfi Syahrul mengalami kerugian Rp 226.000.000. Sehingga total kerugian para korban sebesar Rp 747.288.000

Baca Juga :  Pemusnahan 3.633 Botol Miras Oplosan di Mapolres Malang

Atas perbuatan terdakwa, JPU Putu Eka Wisniawati dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, menjerat dengan pasal 378 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (pri)

terkait

Dipaksakan, Permohonan PKPU PT Avila Prima Harus Ditolak

redaksi

Polres Situbondo Musnahkan Barang Bukti Miras

redaksi

Lima Tersangka Diamankan Pada Dua Kasus Tindak Pidana

redaksi