Tradisi Petik Laut Sumangkaan, Wujud Rasa Syukur

oleh
Tradisi Petik Laut Sumangkaan

SITUBONDO, PETISI.CO – Puluhan kapal nelayan beraneka motif dan warna mencolok memacu lajunya di Laut Panarukan. Ribuan warga memadati pinggiran pantai siap melakoni tradisi Petik Laut/Rokat Tasek 2018 yang bertajuk Cinta Damai.

Dalam acara Petik Laut/Rokat Tasek ini dilepas oleh Nasyim Khan anggota DPR RI dari Dapil lll.

Diantara jejeran puluhan kapal, ada sebuah kapal utama pembawa sesaji yang dilarung di laut lepas. Dalam ritual ini, sesaji yang berupa miniatur perahu diisi dengan berbagai hasil bumi, dilarung ke tengah laut.

Sesaji tersebut dibawa sebuah kapal yang diiringi puluhan perahu ke tengah laut, yang tak terlampau jauh dari pelabuhan dermaga baru Dusun Somangkaan Desa Kilensari Kecamatan Panarukan.

Dalam sambutanya Nasyim Khan menyampaikan,  “Mari didoakan dulu dan sholawat bersama-sama, agar ke depannya hasil dari laut akan melimpah dan barokah buat warga Semangkaan ini,” kata Nasyim.

“Kami percaya, air ini menjadi pembersih malapetaka dan diberkati ketika melaut nanti,” kata Eko, Kadus Somangkaan, salah satu panitia petik laut tersebut.

Dari dermaga, arak-arakan perahu bergerak menuju ke tengah laut. Konon, ini memberikan rasa syukur buat warga Somangkaan agar dijauhkan dari malapetaka dan membawa berkah melimpah bagi warga pesisir Somangkaan.

Di dermaga baru setiap tahun selalu digelar tradisi Petika Laut/Rokat Tasej yang telah berlangsung turun temurun. Prosesi ‘ngalap berkah’ ini menjadi simbol rasa syukur para nelayan di kawasan dermaga baru yang digelar setiap 15 Muharram/Suro penanggalan Jawa.

Ribuan warga yang ikut menyaksikan ritual ini dari pinggiran laut juga tak kalah antusias. Mereka ikut mengarak sesaji, pembacaan doa oleh kiai, pembacaan khotmil Quran, Asmaul Husna dan sholawat yang dilakukan oleh para nelayan hingga sesaji digiring ke atas kapal dan akhirnya diceburkan ke laut.

Kini petik laut tak hanya sekadar tradisi, tapi juga jadi wahana pariwisata. Petik laut yang merupakan bagian dari atraksi budaya memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Petik laut di Kilensari  adalah warisan budaya yang telah berlangsung sejak lama. Tradisi yang dikemas dengan baik tanpa mengurangi makna dan ritual di dalamnya, dapat menjadi atraksi budaya yang menarik,” kata Kepala Desa Kilensari  Erfan Eskafanda ketika menghadiri Petik Laut.

Ketua Panitia Heriyanto, mengatakan, “Di beberapa negara, kearifan lokal bisa dikelola menjadi atraksi wisata yang menarik kunjungan orang dari beberapa belahan dunia. Pemda terus berkomitmen untuk melindungi budaya kearifan lokal,” cetus Heriyanto.(sun)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.