PETISI.CO
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad.
PEMERINTAHAN

Tunnel Sepanjang 160 Meter Akan Hubungkan TIJ dan KBS

SURABAYA, PETISI.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lewat Dinas Perhubungan (Dishub) pada tahun berencana akan melanjutkan progres dari Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dengan membangun tunel bawah tanah kurang lebih sepanjang 160 meter dan memiliki lebar sekitar 4 meter.

Nantinya, tunel tersebut digunakan oleh para pejalan kaki yang memarkirkan kendaraannya di TIJ sehingga para pengunjung yang hendak ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) tidak perlu lagi menyebrangi Jalan Joyoboyo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Irvan Wahyudrajad mengatakan, pada tahun ini pihaknya berencana untuk melanjutkan pembangunan TIJ yang memang sebagai penunjang parkir dari KBS.

“Tahun ini kita bangun tunel panjangnya kurang lebih 160 meter dan lebarnya itu sekitar 4 meter. Tunel itu menghubungkan basement TIJ dari lantai yang paling bawah ke KBS, jadi termasuk in outnya dan emergency,” kata Irvan ketika ditemui di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Senin (24/2/2020).

Irvan juga menjelaskan, jika pembangunan dan beberapa kelengkapan penunjangnya, diperkirakan memakan biaya sekitar Rp 20 miliar.

“Rp 20 miliar itu bukan cuma tunel saja, ada kelengkapan lain. Seperti, gate in dan outnya, ada emergency exit, serta semua perlengkapan IT maupun interiornya,” jelasnya.

Menurutnya tunel tersebut dikhususkan hanya untuk pejalan kaki saja guna menghindari kepadatan yang sering terjadi di Jalan Joyoboyo.

“Kalau lewat atas kan berbahaya, padat juga. Jalan Joyoboyo itu kan penghubung barat ke selatan atau pun barat ke utara,” katanya.

Pembangunan tersebut rencananya akan dilaksanakan sekitar dua bulan kedepan dan pada saat ini masih dalam proses lelang.

“Pengerjaannya diperkirakan dua bulan lagi,” ungkapnya.

Terkait dengan teknis, Irvan menerangkan saat telah memasuki proses pengerjaan pihaknya akan melakukan penutupan secara bertahap pada Jalan Joyoboyo.

“Penutupannya bertahap, separuh yang sudah selesai kita akan gunakan untuk lalu lintas. Jadi tidak menutup total,” terangnya.

Hingga saat ini, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa instansi, terkait adanya utilitas yang tertanam di bawah Jalan Joyoboyo.

“Semua sudah, antara KAI dengan balai besar, PU Provinsi, PDAM. Jadi yang membuat lama itu memang desain utilitas yang ada di bawahnya cukup banyak,” pungkasnya. (nan)

terkait

Gubernur Jatim Kawal Proses Penanganan Banjir Bandang di Jember

redaksi

Pemkot Mojokerto Serukan Kolaborasi dan Komitmen Bersama Wujudkan Sungai Bebas Sampah  

redaksi

Bupati Jember Tinjau Longsor di 2 Kecamatan

redaksi