UNEJ Kaji Terapan Penggunaan Pupuk Organik di Desa Kranding

oleh -190 Dilihat
oleh
Dekan Fakultas Pertanian Univertas Jember, Prof. Dr. Ir. Soetrino M.P, saat menghadiri panen raya jagung Di Desa Kranding, Kec. Mojo, Kabupaten Kediri
-->

KEDIRI, PETISI.CO – Universitas Jember (UNEJ) melakukan kajian terapan penggunaan pupuk organik di Desa Kranding, Kec. Mojo, Kabupaten Kediri. Penggunaan pupuk organik memiliki kemampuan mengembalikkan dan memperbaiki unsur hara tanah.

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Univertas Jember, Prof. Dr. Ir. Soetrino M.P, saat menghadiri panen raya jagung di Desa Kranding, Kec. Mojo, Kabupaten Kediri, Selasa (08/8/2023).

Lantas dirinya menyampaikan tujuan utama dilakukan project ini salah satunya adalah untuk memelihara unsur hara tanah.

Menurutnya, unsur hara tanah semakin hari semakin berkurang. Kondisi idealnya adalah 5 persen, namun fakta di lapangan kandungan unsur hara tanah saat ini tidak ada yang lebih dari 2,5 persen. Sehingga untuk mengembalikan ke kondisi normal butuh perlakuan khusus.

“Kajian terapan ini juga bisa menjadi kampanye penggunaan pupuk organik untuk memelihara kandungan unsur hara dalam tanah, yang bermanfaat untuk keberlanjutan pertanian di Indonesia,” katanya.

Kajian terapan penggunaan pupuk organik kerjasama Universitas Jember dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur tersebut, dilakukan di wilayah Kabupaten yang berada di lereng Pegunungan Wilis. Ada 6 Kabupaten yakni Kediri, Tulung Agung, Trenggalek, Nganjuk, Madiun dan Ponorogo. Untuk komoditas yang ditanam bermacam-macam sesuai yang ingin ditanam oleh Gapoktan masing-masing.

Ia lalu menjelaskan, untuk mengembalikan unsur hara tanah tidak bisa instan, dibutuhkan penerapan minimal 2 kali dalam setahun selama 2 hingga 3 tahun, melalui kegiatan ini. “Saya berharap petani bisa membuat pupuk organik sendiri sehingga tidak lagi bergantung pupuk kimiawi dan selanjutnya bisa mengaplikasikan pada lahan mereka sendiri,” terang lelaki yang akrab dipanggil Prof Tri ini.

Sementara itu, Kepala Desa Kranding, Badiuszzaman menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Universitas Jember.

Ia mengatakan, 80 persen warga Desa Kranding berprofesi sebagai petani dan mayoritas masih menggunakan teknologi jadul untuk bertani.

“Sekarang, petani bisa mempraktekkan pengetahuan membuat dan mengaplikasikan penggunaan pupuk organik yang manfaatnya selain meningkatkan produktivitas pertanian juga bisa memperbaiki unsur hara tanah,” katanya.

Untuk lahan yang diuji cobakan di Desa Kranding seluas 0,30 hektar dan komoditas yang ditanam adalah jagung.

Menurutnya, dengan menggunakan pupuk organik, kelembaban tanah terjaga, tanaman lebih kuat dan tahan akan serangan hama serta penyakit.

Hal senada disampaikan Camat Mojo, Heru Setiawan, S.E, M.M. Ia menyatakan ada hasil signifikan yang didapat petani setelah menerapkan penggunaan pupuk organik hasil kajian terapan Fakultas Pertanian Universitas Jember.

“Dari berbagai pola tanam yang diajarkan, Gapoktan bisa mengetahui pola tanam yang efektif dan maksimal,” katanya.

Ia berharap hal ini menjadi awal kerjasama yang baik untuk kedepan agar bisa dianjutkan. (cah/is)

No More Posts Available.

No more pages to load.