Unit Penggilingan Padi Gapoktan Sugih Waras Ditinjau

oleh
Dari kiri Kadis Pertanian Jombang, Ketua Gapoktan, Pjs Bupati dan Kadis Pertanian Prov. memperlihatkan beras produksi hulu hilir

Persiapan Menyambut Presiden RI Ir. H. Joko Widodo

JOMBANG, PETISI.COKepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Pjs Bupati Jombang meninjau unit penggilingan padi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sugih Waras Hulu Hilir Agro-Maritim Sektor Pertanian Jombang-Jawa Timur. Dihadiri Kadis Pertanian Jombang, Ketua Gapoktan dan anggota serta penyuluh pertanian. Bertempat di Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Kamis Sore (10/5/2018).

Kadis Pertanian Provinsi saat ninjau beras hasil produksi Gapoktan Sugih Waras

Kepala Dinas Pertanian Provinsi, Ir. Hadi Sulistyo, MSi mengatakan kita ninjau unit penggilingan padi sejauh mana persiapan menyambut Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo untuk melihat langsung hulu hilir atau proses penggilingan padi menjadi beras. “Hulu hilir program Bapak Gubernur Jatim merupakan program nasional dan sebagai program percontohan,” katanya.

Lanjut Hadi, program hulu hilir merupakan bantuan dari provinsi melalui chaneling Bank Jatim dan UMKM, dananya dari APBD Provinsi Jatim.

“Dengan tujuan untuk membantu dan mendorong peningkatan produksi hasil padi. Semakin kualitas bibit padi semakin bagus hasil panennya,” ungkapnya.

Kata Hadi, Gubernur ingin ada nilai tambah, mengandung kesejahteraan. Kalau selama ini pakai pupuk subsidi, pinjaman tak jelas dari mana, tak ada nilai tambah, karena tidak hulu hilir mereka. Pinjaman modal ini akan ditunjang dengan pemberian peralatan untuk pengolahan hasil panen. Selain bunga pinjaman yang ringan, setiap petani bisa mengangsur kredit selama tiga tahun.

“Grace period-nya (tenggang waktu pengembalian pinjaman) 3 tahun. Hitungan kami untuk alat-alatnya lebih lama lagi pengembaliannya,” ujarnya.

Kredit program hulu hilir ini hanya dipatok bunga 6 %. Untuk investasi bayar angsuran selama 5 tahun. “Penyaluran pinjaman pun langsung menyasar para petani dengan rekomendasi gapoktan,”  jelasnya.

Hadi menambahkan kalau hulu hilir dicover oleh 2 asuransi yakni Jasindo untuk memcover apabila petani mengalami musibah banjir, hasil tanamnya rusak sehingga tidak bisa panen dan tidak bisa bayar angsuran. Untuk mengganti uang Bank Jatim dicover oleh Jamkrida asuransi milik pemerintah provinsi. Marketing Bulog akan mengcover apabila petani belum mempunyai pasar yang mau dimasukin beras hasil produksi Gapoktan.

“Pemerintah sebagai stimulan membantu petani menjadi seorang pengusaha atau entreprenuer sehingga mempunyai nilai tambah,” tandas Hadi.

Sementara Ketua Gapoktan Sugih Waras M. Asmu’i ketika dikonfirmasi mengatakan, program hulu hilir yang dilaksanakan dengan pembiayaan dari APBD I melalui Bank Jatim. Di Gapoktan Sugih Waras yang mengikuti hulu hilir sawahnya seluas 201 hektar. Bantuan dana per hektar sebesar 21 juta. Untuk bibit, biaya tanam, pemupukan sampai produksi,” katanya.

“Kalau ini kan sampai hulu hilir, sampai keluar beras, sampai kualitasnya bagus, dijual beras kualitas premium, 1 hektar hasil panen 7 ton dengan adanya hulu hilir mencapai 10 ton,” jelas M. Asmu’i.

Gapoktan Sugih Waras menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jatim dan Dinas Pertanian atas program hulu hilir yang manguntungkan bagi para petani. “Karena punya unit penggilingan padi sendiri,” pungkas M. Asmu’i. (rahma)