Viral Video PWNU Jatim Dukung Prabowo-Sandi, Ansor Minta Pelaku Minta Maaf

oleh -84 Dilihat
oleh
Moh Abid Umar Faruq
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Belum lama ini beredar video seseorang berkaos merah dengan gambar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di media sosial (medsos). Pria dalam video itu menyebut bahwa dirinya berada di depan kantor PWNU Jatim.

Padahal, itu adalah gedung Museum NU yang letaknya bersebelahan dengang kantor Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi.

Pria yang belum diketahui identitasnya itu pun menggiring opini yang menyebut kalau pengurus NU Jatim mendukung pasangan nomor urut 02. Selanjutnya, pria itu menunjukkan sejumlah spanduk dan baliho bergambar Prabowo-Sandi yang membuktikan dukungan NU Jatim kepada Prabowo-Sandi.

“Wahai saudaraku, saya sekarang berada di depan kantor PWNU Jatim. Ini membuktikan kalau warga NU Jatim mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” ujar pria dalam video tersebut.

Sontak, video yang viral di medsos itu menimbulkan polemik di masyarakat. Reaksi keras pun disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim, Moh Abid Umar Faruq. Aktivis muda NU yang akrab disapa Gus Abid itu mengecam penyebaran video tersebut.

Menurutnya, video itu jelas meresahkan dan penggiringan opini seolah-olah NU secara struktural mendukung pasangan calon nomor urut 02. Padahal, NU secara organisasi tidak dibenarkan terlibat dukung mendukung dalam kontestasi politik.

“Sesuai Khittah NU 1926, Nahdlatul Ulama secara organisasi dilarang berpolitik. Kami memberi ultimatum dalam jangka waktu 3×24 jam kepada pria yang ada di video itu harus meminta maaf secara langsung kepada pengurus PWNU Jatim,” kata Gus Abid dalam siaran persnya, Rabu (23/1/2019).

Akibat video tersebut, cucu KH.Zainuddin Djazuli ini mengaku kader NU dibawah resah. Termasuk kader Ansor dan Banser. “Kami memerintahkan agar seluruh kader menahan diri dan menunggu iktikad baik pembuat video itu,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan, di dalam tahun politik hendaknya seluruh pihak menjaga kondusifitas dan berpolitik secara santun. Karena itu, siapapun yang mempunyai hak pilih berhak menggunakan hak pilih, siapapun yang menjadi pilihannya. Semuanya harus dilakukan secara santun dan beretika.

“Kami mengingatkan pelaku dan penyebar video itu segera sowan dan minta maaf kepada pengurus PWNU Jatim. Jika dalam waktu 3×24 jam tidak ada permintaan maaf, kami akan mengambil langkah selanjutnya yang dianggap perlu,” tuturnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.