Petisi
Wali Kota Surabaya bersama jajaran Pemkab dan DPRK Aceh Tengah di rumah dinas Wali Kota, Jalan Sedap Malam.
PERISTIWA

Wali Kota Surabaya Terima Kunjungan DPRK dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah

SURABAYA, PETISI.CO – Jika pada sehari sebelumnya Kamis (30/1/2020), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapatkan kunjungan dari Komisi IX DPR RI, maka pada Jumat (31/1/2020) giliran Pemkab Aceh Tengah dan DPRK Aceh Tengah yang berkunjung untuk mendapatkan refrensi tentang wisata Kampong di Kota Surabaya yang dinilai memiliki perkembangan pesat. Pertemuan itu sendiri bertempat di rumah dinas Wali Kota, Jalan Sedap Malam.

Ketua Fraksi DPRK Aceh Tengah, Samsuddin mengatakan jika kedatangannya bersama para penggerak roda pemerintah Aceh Tengah adalah untuk mempelajari wisata Kampong di Kota Surabaya.  Awalnya, Ketua Fraksi DPRK Aceh Tengah Samsuddin menyampaikan bahwa kedatangannya ke Surabaya untuk mempelajari wisata kampong.

“Kemarin kami sudah sempat berkunjung ke Kampung Lawas Maspati, makanya kami juga mengajak camat dan beberapa kepala dinas ke sini, supaya mereka bisa belajar dan mencontoh Surabaya,” kata Samsuddin mengawali sambutannya.

Sebab, mereka juga berencana untuk melakukan pengembangan dan mengintegrasikan wisata kampung dengan tetap menjaga kearifan lokal di daerahnya.

Bukan hanya wisata Kampong saja yang ingin dijadikan refrensi di sana melainkan mereka juga tertarik untuk mempelajari tentang program e-planning dan e-budgeting yang telah diterapkan di Kota Surabaya.

“Harapannya nanti kami bisa mengembangkan wisata kampong, sehingga bisa menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) Aceh Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, ketika memberikan sambutan Risma menyarankan terlebih dahulu melakukan perbaikan pada desa-desa yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat wisata. Selain itu juga ia mengatakan jika semua pembangunan seharusnya bermuara kepada kesejahteraan masyarakat.

“Diperbaiki saja dulu. Jadi, saya di Surabaya itu selalu buat sesuatu yang aneh di suatu tempat atau daerah, dan ternyata banyak wisatawan yang berkunjung ke sana,” katanya.

Risma juga mengimbau kepada para jajaran pemerintah dan wakil rakyat Kabupaten Aceh Tengah tersebut agar tetap memperhatikan kebersihan apa bila ingin menjadikan suatu dearah sebagai tempat wisata. Di samping itu, tujuan dari pembangunan kawasan wisata juga harus menjamin kesejahterahan bagi para warga sekitarnya.

“Jadi, awalnya jangan langsung akan dijadikan pariwisata, akan kesulitan juga nanti, karena anggarannya mungkin juga akan besar,” imbuhnya.

Pertemuan antara Wali Kota Surabaya dengan DPRK dan Pemkab Aceh Tegah itu sendiri rampung sekitar pukul 4 sore. (nan)

terkait

Pembinaan Wilayah Danramil Magersari Sasar Purwotengah

redaksi

Pemkab Blitar Apresiasi TNI Atas Terlaksananya Program TMMD

redaksi

Kenal Pamit Kapolres Luwu Timur Sukses dan Penuh Haru

redaksi