Walikota Mojokerto Ajak Media Ciptakan Pilkada Aman Dan Kondusif

oleh
Dialog Walikota Mojokerto Kota bersama insan PERS

MOJOKERTO, PETISI.CODalam acara dialog Walikota Mojokerto Kota bersama insan PERS yang independen ajak mewujudkan pilkada serentak tahun 2018 yang aman dan kondusif. Dalam pertemuan di Hotel  Ayana Trawas dihadiri Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus, Kabag Humas dan Protokol Kota Mojokerto Khoirul Anwar, Arif dari humas Provinsi Jatim, Guntur Prihantono dari PLT Sekda Kota Mojokerto dan Andung, Ketua PWI Mojokerto, Kamis (12/4/2018).

Dalam rangkain pertemuan dialog WaliKota dan insan PERS ini, bahwa pilkada merupakan implementasi demontrasi Indonesia. Kota Mojokerto akan memilih Walikota Mojokerto pada 27 Juni 2018 mendatang, salah satu yang menjadi faktor penting dalam pilkada adalah media.

Atas dasar itulah pemerintah Kota Mojokerto bekerja sama dengan media dengan cara bersilaturahmi seperti ini. Sekaligus mencari solusi dalam menghadapi pilkada serentak agar aman dan tentram.

Dalam sambutanya Arif selaku humas Provinsi Jatim mengatakan tahun ini dinamakan tahun politik sama di tahun 2019 ,tetapi kami lebih senang untuk tidak mengunakan istilah politik karena kebanyakakan orang mengangap ketidak pastian. Namun lebih tepat yakni pesta demokrasi, kalau demokrasi Insyah Alloh tidak akan ada keraguan.

Dilanjutkan Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus mengatakan bagaimana caranya pilkada di Mojokerto tidak hanya damai tapi juga bersih.

“Saya ingin menghapus asumsi dari masyarakat mengenai pilkada lalu bagi-bagi uang. Ini sangat sangat tidak kita inginkan. Jadi siapapun nanti yang terpilih benar-benar mendapatkan pendewasaan dunia politik,” jelas Mas’ud.

Mas’ud juga menyampaikan 4 hal  bahwa pilkada harus berjalan damai, tidak memprovokasi angka golput, angka golput harus rendah, dan bagaimana kita bisa menghapus praktek money politic.

Masih menurut WaliKota untuk netralitas ASN harus sesuai dengan PP 53 dan Mas’ud sudah mensosialisasi agar ASN bisa netral dan profesional. “Jumlah ASN Kota Mojokerto sebanyak 3400, tanpa bantuan insan PERS saya tidak bisa mengawasi satu persatu,” kata WaliKota Mojokerto. (syim)