Petisi
Risma ketika lakukan presentasi di depan jajaran Kementria PPPA
EKONOMI

Walikota Risma Paparkan Keberhasilan Berdayakan Wanita

Dihadapan Menteri PPPA

SURABAYA, PETISI.CO – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang  beserta jajarannya datang mengunjungi kediaman Walikota dan langsung disambut oleh Walikota Tri Rismaharini, guna melakukan audiensi mengenai program pemberdayaan wanita dan anak yang sudah berhasil.

Dalam kesempatan ini, Risma menjelaskan beberapa hasil dari permberdayaan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap masyarakat hingga mampu menjadi pengusaha dan menghasilkan omset yang besar per bulannya.

“Ini ada yang sampai dapat omset Rp 1,6 Miliar perbulannya dengan berjualan produk kue, sehingga dengan membuat usaha ini mereka juga bia menggerakan orang-orang di daerahnya, jadi sekampung gerak. Iya menjadi pelecut juga untuk tetangga-teangganya,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, bahwa tidak pernah mengeluarkan 1 rupiah pun untuk para Pejuang Ekonomi tersebut, sekaligus mewanti-wanti kepada para jajaran Kementrian PPPA untuk tidak memberikan modal dalam bentuk nominal kepada calon-calon pelaku usaha.

Menurutnya, mereka harusnya diberdayakan dan didampingi dalam proses pengambangan usahanya.

“Demi Allah, saya tidak pernah memberikan 1 rupiah pun kepada mereka, karena menurut saya jika diberi uang, mereka akan selalu menerima tanpa pernah belajar memberi. Saya bilang ke mereka tangan di atas itu lebih mulia. Jadi saya mewanti-wanti jangan dikasih uang, tapi tuntun mereka agar bisa menghasilkan dan tahu arti berjuang serta bertarung,” tutur Walikota wanita Surabaya pertama ini.

Selain itu Risma juga mengatakan bahwa produk-produk dari para Pelaku Ekonomi  yang diberdayakan oleh pemkot ini sudah sampai dieksport sampai keluar negeri.

“Produk-produk mereka ini sudah sampai dieksport loh, jadi waktu saya keluar negeri saya buat ini produknya dikemas menarik untuk oleh-oleh orang disana. Mereka ada yang dapat pesana langsung gitu, kan di produknya ada kartu pengenal jadi orang-orang itu langsung pesan sendiri ke pengusaha yang kita berdayakan jadi mereka sering mendapatkan pesanan-pesanan dari luar negeri,” ucapnya.(nan)

terkait

Gerakan Santri Milenial, Selain Mengaji, Santri Juga Berbisnis

redaksi

14 Asosiasi Ikuti Event Perdana Pekan Batik Bondowoso 2019

redaksi

Tiga Direktur Baru Bank Jatim Teken Pakta Integritas

redaksi