Wapres Dorong Generasi Muda Tumbuhkan Jiwa Entrepreneurship

oleh
Pakde dan Bude Karwo Serta Gus Ipul Mendampingi Kunjungan Wapres RI Memberikan Kuliah Umum di Kampus UNUSA

SURABAYA, PETISI.CO – Wakil Presiden RI, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla mendorong generasi muda untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship atau wirausahawan. Pasalnya, bangsa ini membutuhkan banyak pengusaha baru agar dapat lebih mandiri, berjaya, lebih diakui oleh negara lain, dan dapat menjadi pemain utama dalam era perdagangan bebas.

Hal itu disampaikan Jusuf Kalla, sapaan akrab Wapres saat memberikan kuliah umum didepan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Selasa (28/2/2017).

Wapres mengatakan, hanya negara yang maju lah yang dihargai bangsa  lain. Oleh karena itu, bangsa ini harus kuat secara ekonomi dan teknologi. Untuk itu, generasi muda harus bekerja keras atas dasar semangat dan kemampuan untuk maju, termasuk meningkatkan jiwa enterpreunership-nya.

“Apalagi, pekerjaan-pekerjaan seperti PNS sangat terbatas. Dari lulusan sekitar satu juta sarjana setiap tahun, hanya sebanyak 25 ribu saja yang direkrut. Dan perlu diingat, Nabi dulu juga berdagang,” ucapnya.

Dengan menumbuhkan jiwa enterpreunership dan menguasai teknologi, lanjutnya, maka kondisi ekonomi yang orang terkaya sebanyak 1% orang, atau setara 50% orang miskin, atau sekelompok orang terkaya sama dengan 100 juta orang miskin Indonesia dapat terhindari.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengingatkan bahwa sebagian umat Islam selalu bangga akan masa lalunya, yaitu kebesaran Islam saat jaman Ibnu Sina dan saat negara-negara  Eropa belum maju. Selain itu, kondisi menyedihkan dari negara-negara Islam baik di Timur Tengah dan yang mulai tidak baik di Afrika, yaitu peperangan.

“Saat ini,  negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika tengah sedang mengalami ketidakpastian. Dunia saat ini serba terbalik-balik, jika Amerika Serikat kita kenal sebagai negara kapitalis, tapipada prakteknya menjadi proteksionis. Kemudian Cina yang kita kenal negara komunis, justru sekarang menjadi ingin terbuka” katanya.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh umat muslim di Indonesia untuk membawa peradaban yang baik untuk dunia, dimana kita mempunyai kesempatan untuk mewujudkan kemajuan-kemajuan yang positif melalui Islam Indonesia. “Karena itu, apa yang dilakukan NU dan Muhammadiyah adalah cahaya yang baik untuk kita” katanya.

Kuliah umum pada kesempatan itu dihadiri oleh Mendikbud RI, Muhajir Effendy, Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo, Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf, istri Gubernur Jatim, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS), Mohammad Nuh, dan para civitas akademika UNUSA.(hari/hum)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.