Warga Kecamatan Laren Berburu Ikan Mabuk

oleh -60 Dilihat
oleh
Berbekal tangan kosong warga berburu ikan mabuk di Bengawan Solo.
-->

LAMONGAN, PETISI.CO – Efek dari pergantian musim yang mengakibatkan berubahnya warna air Bengawan Solo dari jernih menjadi keruh, menjadi berkah bagi warga Desa Durikulon, Kecamatan Laren dengan berburu ribuan ikan air tawar yang sedang mabuk/ngumbo.

Terlihat ratusan warga Desa Durikulon, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan berburu ikan mabuk di Sungai Bengawan Solo, Rabu (3/11/2020). Ikan yang diburu warga, bukan karena habis minum miras.

Tapi ikan-ikan tersebut bertingkah layaknya seperti orang mabuk, karena disebabkan perubahan warna air sungai dari jernih menjadi keruh atau kecoklatan, dan itulah kenapa menjadi target tangkapan warga.

Menurut Yupa warga desa setempat, tradisi berburu ikan mabuk yang sudah ada sejak puluhan tahun tersebut, hanya bisa dilakukan setahun satu kali, yakni pada saat pergantian musim dari kemarau ke penghujan.

“Sangat senang sekali mas, apa lagi ikan ngumbo,” (istilah masyarakat Lamongan menyebutnya).

Dan kita menangkap ikan di sungai juga cukup mudah, warga tak perlu susah payah membawa alat tangkap ikan, seperti jala, jaring atau lainnya.

Warga cukup menangkap ikan tersebut dengan tangan kosong, namun jika ingin mendapatkan tangkapan ikan yang lebih banyak, mereka pun mengunakan alat tersebut.

“Mudah sekali kok mas menangkap ikannya. Kita tinggal turun ke sungai dan mencarinya mengunakan tangan,” jelasnya.

Dari hasil tangkapan ikan itu, biasanya oleh warga sekitar akan dijadikan sebagai lauk pauk saja. Namun jika tangkapan ikan mereka memperoleh banyak, akan dijual dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan, bebernya lagi.

“Karena disepanjang sungai Bengawan Solo ini orang-orangnya pada mengambil ikan semua, maka harga jual ikan pun terbilang murah, tapi lumayan meskipun hasilnya tidak seberapa tapi hal ini lumayan bisa”.

Namun demikian jika dibandingkan dengan tahun lalu, saat ini tangkapan ikan yang di dapat Yupa tidak seperti tahun lalu, hal itu disebabkan karena perubahan warna air sungai tidak begitu keruh.

Meski demikian pihaknya tetap senang dengan adanya kegiatan tersebut.

“Lumayan mas bisa dibuat hiburan, apa lagi di masa pandemi Covid-19 saat ini,” tutupnya. (ak)

No More Posts Available.

No more pages to load.