Warga Socorejo Tuban Tutup Aksen Jalan

oleh -159 Dilihat
oleh
Masyarakat Desa Socorejo mendatangi perusahaan dan melakukan aksi penutupan akses jalan
Imbas Dari Pengeroyokan dan Peredaran Obat-Obat Terlarang

TUBAN, PETISI.CO – Seorang pemuda berinisial RF (25) di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur diduga dikeroyok puluhan driver salah satu perusahaan yang berdiri di desa setempat. Tak terima dengan ulah tersebut, masyarakat berbodong-bodong mendatangi perusahaan guna meminta pertanggung jawaban atas kejadian yang menimpa pemuda setempat, Selasa (23/7/2024).

Masyarakat setempat yang geram melakukan penutupan akses jalan perusahaan dan meminta pihak perusahaan segera menyerahkan terduga pelaku ke pihak berwajib.

Dalam pantauan wartawan petisi.co kondisi di lapangan sempat memanas lantaran petugas keamanan perusahaan dengan nada keras memarahi warga yang menutup akses jalan.

Akhirnya pihak perusahaan, kepala desa, karang taruna dan TNI/Polri melakukan mediasi di dalam balai desa setempat. Di dalam mediasi yang berlangsung terdengar adanya dugaan driver yang memakai serta mengedarkan narkoba dan kejadian itu diketahui salah satu pemuda desa setempat.

Sehingga terjadi pengeroyokan yang diduga driver tersebut. Karena itu masyarakat sekitar sempat mendatangi dan menggelar aksi menutup jalan di depan perusahaan.

Pemuda yang berinisial RF (25) warga desa setempat bercerita, awalnya dia membeli kopi tak disangka ia melihat ada driver yang mabuk dan adanya transaksi narkoba. Tak terima desanya dikotori, RF langsung menegur para driver tersebut.

“Ojok rusuhi desoku iki (jangan kotori desa saya ini),” tegur RF.

Selang 1 hari, pemuda 25 tahun itu kembali membeli kopi di warung tersebut. Kemudian ia ditampar salah driver serta kemudian driver lainnya datang untuk mengeroyok RF.

“Ini ada jahitan sepanjang 6 cm, ditampar lalu dihantam batu dari belakang saat saya membeli kopi di warung kemarin,” terang RF saat ditemui wartawan petisi.co.

Kepala Desa Socorejo, Zubas Arief Rahman Hakim mengatakan, bahwa keluarga korban meminta pelaku segera di tangkap, sebab kejadian sudah hampir 3 pekan terduga pelaku belum berhasil ditangkap.

“Ini kejadian sudah 3 minggu lalu, terduga pelaku belum ditangkap,” ujar Kang Arief sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Kang Arief menyoroti, diduga adanya peredaran narkoba di wilayahnya yang diedarkan para sopir perusahaan tersebut dan banyaknya sopir tembakan (bukan sopir aslinya) yang dipekerjakan.

“Kaitanya pengeroyokan dan diduga adanya peredaran narkoba antar sopir-sopir serta tidak memperbolehkan adanya sopir tembakan,” jelas Kang Arief.

Sementara itu Kepala Operasional Driver Perusahaan, Hasan dalam mediasi mengatakan, yang terduga pelaku bukan drivernya, melainkan sopir tembakan (bukan sopir dari pihak perusahaan).

“Itu saya tegaskan bukan driver kami, kami sudah memberikan clue ke temen-teman komunitas driver untuk mendapatkan pelakunya,” ujarnya Hasan saat mediasi di dalam balai desa setempat.

Pihak Pemerintahan Desa menyerahkan kasus ini pihak yang berwajib serta menginginkan kenetralan pihak perusahaan agar segera menyerahkan terduga pelaku pengeroyokan pemuda Socorejo. (ric)