Watimpres Kunjungi Ponpes Tahfidz Quran Bahrussyfa Bagusari Jogotrunan

oleh
Watimpres Kunjungi Ponpes Tahfidz Quran Bahrussyfa Bagusari Jogotrunan

LUMAJANG, PETISI.CO – Kunjungan kerja Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) RI di Kabupaten Lumajang berlanjut ke Ponpes Tahfidz Qur’an Bahrussyifa’ Bagusari, Kelurahan Jogotrunan Kecamatan Lumajang Jumat (13/04/2018).

Dalam kunjungan Wantimpres itu, selalu didampingi Plt. Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M.Kes.

Rombongan Wantimpres yang diketuai oleh Prof. DR. A. Malik Fadjar, M. Sc., hadir dan diterima sekitar pukul 15.30 WIB di Aula Ma’had Bahrussyifa.

Kehadiran anggota Watimpres tersebut disambut antusias oleh segenap pengurus, pengasuh dan para Warga Bahrusyyifa’.

Mengawali kunjungnnya itu, Prof. A Malik Fadjar meninjau lokasi pembangunan lokal baru pendidikan Al Qur’an yang belum selesai. Ia mengaku bangga kepada pengurus Yayasan Bahrussyifa’ yang memiliki semangat tingggi dalam berjuang untuk syiar agama Islam.

Dalam kesempatan itu, mantan Menteri Agama RI era Presiden Megawati Soekarno Putri itu, memberi semangat kepada jajaran pengurus Bahrussyifa’ agar tetap ikhlas dalam perjuangan menguatkan agama islam.

“Pendidikan memang memerlukan perjuangan, harus diniatkan dengan benar, harus niat mendapatkan ridho dari Allah,” ungkapnya.

Selain itu, Ia mengingatkan agar pendidikan tetap disesuaikan dengan kondisi Indonesia. “Islam berkembang di Indonesia karena menyatu dengan budaya Indonesia, harus bisa dijadikan motivasi Al Qur’an yang membumi di bumi Indonesia,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Guru Besar UMM itu, berpesan kepada para orang tua agar tidak membatasi dunia anak dan tidak memaksakan kehendaknhya.

“Anak harus tumbuh sesuai alamnya. Jangan sampai anak menjadi miniatur pemikiran orang tua. Biarkan saja mereka memilih jalannya, namun harus tetap dalam pengawasan,” pesannya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Bahrussyifa’, Ust. Imron Rosyadi., menyampaikan harapannya, dengan kunjungan Prof. Malik Fadjar itu, bisa memberikan pencerahan dan banyak nasehat.

Ia menceritakan bagaimana perjuangannya bersama pengurus bahrussyifa’ membangun ponpes, bagaimana dari tahun ke tahun bahrusyifa’ mengalami peningkatan, baik dari fasilitasnya maupun kualitas alumni.

Ponpes Bahrussyifa’ menargetkan alumninya bisa menghafal seluruh Al Qur’an. Karena banyaknya minat masyarakat untuk belajar Al Qur’an, Ponpes Bahrussyifa’ kembali membangun gedung untuk menampung banyaknya santri yang belajar di Bahrussyifa.(ulum)