WEYOUNG: Komunitas Merajut GKI Wiyung Melesat, Produknya Terpampang di UNIQLO Pakuwon Mall

oleh -1447 Dilihat
oleh
Erliza Lasty, Christopher UNIQLO, dan Yanty Octaviane di gerai Weyoung UNIQLO Pakuwon Mall

Surabaya, petisi.co – Pecinta fashion Kota Surabaya wajib mengenal WEYOUNG, brand rajutan karya komunitas merajut dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Wiyung Royal Residence. Meski baru berdiri setahun lebih, WEYOUNG sudah mencuri perhatian dengan karya-karyanya yang unik dan berkualitas.

Produk-produk WEYOUNG tidak hanya tersedia di gerai sendiri di kawasan Wiyung, Surabaya, tetapi juga sudah terpampang di tenant UNIQLO Pakuwon Mall Surabaya. Pada Jumat (28/2/2025), peresmian acara UNIQLO Neighborhood Collaboration Pakuwon Mall Surabaya Batch 2 digelar, yang menampilkan WEYOUNG bersama tujuh UKM binaan Pemerintah Kota Surabaya lainnya.

Yang menarik, WEYOUNG bukan milik perorangan, tetapi milik bersama atau komunitas merajut GKI Wiyung Royal Residence. Komunitas ini berawal dari pelatihan merajut yang diadakan pada November 2023, dengan tujuan menambah keterampilan dan mengisi waktu produktif para jemaat GKI. Ternyata, para peserta pelatihan mampu menghasilkan karya-karya apik, termasuk untuk kebutuhan kegiatan gereja.

Melihat antusiasme yang besar, gereja akhirnya memfasilitasi ruangan dan tempat sebagai showroom untuk menampung hasil karya komunitas ini, sekaligus sebagai syarat untuk mendaftarkan sebagai UKM binaan Pemkot Surabaya. Showroom tersebut diresmikan pada 4 Oktober 2024, sekaligus menjadi tanggal lahirnya komunitas WEYOUNG.

“Mengusung moto ‘work n bless’ yang berarti berkarya dan menjadi berkah, Brand WEYOUNG, kami berharap apa yang kami kerjakan dan lakukan ini menjadi berkat untuk semua. Dari moto itu juga kami rela memberikan pelatihan-pelatihan kepada komunitas di gereja-gereja lain tanpa memungut biaya,” terang Yanty Octaviane, Ketua Komunitas WEYOUNG.

“Bukan hanya itu, kami juga berharap lewat karya-karya ini, kami menginspirasi teman-teman dan komunitas di GKI untuk melakukan sesuatu yang positif,” imbuh Erliza Lasty, Sekretaris Komunitas WEYOUNG.

Hebatnya, brand WEYOUNG telah terdaftar di Dirjen Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI, berkat upaya Pemkot Surabaya.

Nama WEYOUNG sendiri merupakan plesetan dari Wiyung, sebuah kecamatan di Surabaya tempat komunitas ini berada.  Selain itu, WEYOUNG berarti ‘tetap berjiwa muda’, yang menjadi tekad anggota komunitas untuk terus berkarya, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia senja.

Keunikan lainnya, sebagian benang rajut yang digunakan untuk memproduksi karya-karya WEYOUNG diproduksi oleh salah satu anggota komunitas.  Kendati begitu, kualitas produk yang mereka hasilkan tak kalah dengan produk-produk dari brand ternama.

“Ya boleh diadu. Karena kami juga tidak sembarangan dalam memilih bahan. Dan terbukti, kami lolos kurasi,” ujar Yanty yang diamini oleh Erliza.

Produk-produk WEYOUNG yang unik, berkualitas, dan terjangkau menjadi daya tarik tersendiri.  Komunitas ini juga sedang dan akan terus menjalin relasi, membentuk mitra komunitas merajut baik di Surabaya, Kediri, Tulungagung, dan beberapa kota di Jawa Tengah. (joe)