PETISI.CO
Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mendampingi Wabup Gresik H. Moh Qosim menikmati keindahan wisata Setigi.
HIBURAN

Wisata Alam Setigi, Usir Kemiskinan, Hadirkan Kemakmuran Warga Sekapuk  

GRESIK, PETISI.COKerja keras Pemerintahan Desa (Pemdes) Sekapuk Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur patut menjadi teladan bagi desa yang lainnya. Betapa tidak, hanya dengan bekal kebersamaan dan semangat membara, desa yang awalnya dipandang sebelah mata oleh desa lainnya, kini menjelma menjadi desa mandiri dan modern.

Kini Desa Sekapuk telah berhasil membangun sebuah tempat wisata yang indah dan mempesona bernama Setigi. Dari namanya, wisata tersebut menawarkan Selo (bebatuan), Tirto (Air), dan Giri (gunung).

“Alhamdulillah, baru seminggu dibuka, pengunjungnya sudah membludak, baik lokal maupun mancanegara,” ujar Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim, Rabu (8/1/2020).

Lebih lanjut, Kades yang dijuluki warganya sang Begawan ini mengungkapkan, lahirnya wisata Setigi tersebut merupakan bentuk kebangkitan warga Sekapuk, agar terbebas dari penjajahan ekonomi. Warga Sekapuk juga tidak ingin selamanya terpuruk, dan menjadi desa tertinggal jauh dari desa-desa lainnya.

Lokasi Wisata Setigi di Desa Sekapuk Ujung Pangkah Gresik.

“Makanya, usai dilantik menjadi Kades, dengan bermodal tekad dan keyakinan yang kuat, kami sepakat bersama-sama membangun Desa Sekapuk untuk bangkit menjadi desa mandiri,” kenang Abdul Halim dengan sorot mata berkaca-kaca.

Berkat keguyuban dan juga kebersamaan seluruh warga desa, bekas tambang galian dan tempat pembuangan sampah lahan seluas 5 hektar itu, kini berubah menjadi tempat wisata yang seksi, molek, indah dan mempesona, ribuan pengunjung, baik lokal maupun mancanegara pun betah berlama-lama menikmati pesona wisata Setigi.

“Akhir Desember 2017 saya dilantik. Tanpa banyak retorika, dengan modal keyakinan, awal tahun 2018, saya merangkul seluruh warga untuk membersihkan sampahnya, di tahun 2019 kita baru mulai membangun tempatnya, dan Alhamdulillah atas kuasa Allah semata, di tahun 2020 ini kita sudah bisa menikmati pesona wisatanya,” beber ayah tiga orang putri ini.

Yang lebih menggembirakan lagi, lanjut Halim, wisata Setigi ini bukan milik individu ataupun perusahaan, melainkan adalah milik seluruh warga desa. Sebab, seluruh biaya pembangunannya murni swadaya dari masyarakat. Jadi, seluruh warga desa memiliki saham di wisata Setigi dan secara otomatis mereka telah menjadi pengusaha pariwisita massal.

Tidak cukup sampai di situ, wisata Setigi juga berhasil menciptakan lapangan kerja baru di bidang pariwisata, karena bisa mengentas puluhan pengangguran yang ada di Desa Sekapuk tersebut. Kini, para pengangguran itu telah disiapkan untuk menjadi bagian dalam pengelolaan wisata, pramusaji, pemandu wisata, penjaga loket, parkir, keamanan, sampai menjadi petugas taman dan kebersihan.

“Bismillah, atas izin Allah, dengan Setigi kita kenalkan potensi desa, produk unggulan desa, dan kita wujudkan ekonom mandiri. Dengan Setigi, kita bangga menjadi orang desa, karena wisata kita dikenal sampai mancanegara. Dan yang terpenting lagi, semoga keberadaan wisata Setigi benar-benar berhasil mengusir kemiskinan dan menghadirkan kemakmuran untuk seluruh warga desa setemoat,” pungkas Kades Abdul Halim, sembari bertekad akan terus melakukan pembenahan dan penambahan wahana wisata demi memanjakan terhadap pengunjung. (bah)

terkait

Break Coffe Night All Biker Comunity Sijunjung – Dharmasraya

redaksi

Ribuan Warga Hadiri Halal Bi Halal Bareng Noe Letto di Ngopibareng PintuLangit

redaksi

Pusaka Kabupaten Tulungagung Tombak Kanjeng Kyai Upas Dijamas

redaksi