PETISI.CO
Masjid yang berada di ketinggian 2100 MDPL di Desa Ranupani
LAMA-Daerah

Wisata Religi di Lereng Kaki Gunung Semeru

Singgah di Masjid Terakhir di Desa Ranupani

LUMAJANG, PETISI.CO – Jika anda menuju kawasan wisata yang berada di Desa Ranupani, kurang afdhol jika tidak beribadah di masjid yang berada di ketinggian 2100 MDPL di Desa Ranupani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.

Ada sensasi tersendiri saat beribadah ketika hawa dingin menyengat tubuh. Dan tubuh yang menggigil kedingan menjadi tantangan tersendiri saat melakukan ibadah.

Pantauan Tim Adventure Petisi.co, tidak sedikit para wisatawan maupun pendaki meluangkan waktunya untuk beribadah dan sholat berjamaah di masjid tersebut.

Baca Juga :  DPRD Banyuasin Minta PDAM Bekerja Profesional
Mobil-mobil wisatawan yang sedang solat, diparkir

Sekedar informasi, Desa Ranupani merupakan desa terakhir yang lokasinya di lereng kaki Gunung Semeru. Selain satu-satunya pintu gerbang para pendaki, Desa Ranupani yang berada di ketinggian 2100 MDPL terdapat tiga rumah ibadah, yakni masjid, gereja dan pura yang lokasinya di atas Ranupani.

Dan tidak salah jika kawasan tersebut merupakan kawasan wisata religi.

Herman (26), warga Desa Selokgondang Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang yang hampir kesehariannya berada di Desa Ranupani mengatakan, ia bersama rekannya sudah 6 tahun berada di Desa Ranupani, apalagi ia juga kerja dan sampingan menjadi guide /penunjuk jalan bagi pendaki.

Baca Juga :  Seni Terbangan Yang Hampir Punah Tampil di Peringatan HUT RI 73

“Meski berada di lereng kaki Gunung Semeru, kehidupan warga Desa Ranupani sangat harmonis, meski agama mereke berbeda, Islam, Hindu dan Kristen,” kata Herman.

Tim adventure petisi.co istirahat di depan masjid dan ikut solat jamaah bersama warga.

Ia menambahkan, sepatutnya kawasan Desa Ranupani ini bisa dimasukkan kawasan wisata Religi.

“Meski desa ini desa terakhir dan lokasinya paling tinggi, tidak sedikit wisatawan datang mengunjungi desa ini,” imbuhnya.

Dan tiga tempat ibadah seperti Masjid, Gereja dan Pura merupakan tempat peribadatan terakhir yang berada di dataran tinggi di Kabupaten Lumajang.(ulum).

terkait

YUA Perjuangkan Nasib Guru Honorer Kota Batu

redaksi

Kodim 0310/ SSD Peduli Veteran

redaksi

Lumajang Siap Laksanakan Pergub Berbahasa Daerah

redaksi