BANYUWANGI, PETISI.CO – Dipenutup Hari Raya Idul Fitri 1438 H/2017, niat orang untuk mengucapkan rasa syukur atas pemberian dari Tuhan YME diwujudkan dengan berbagai cara. Salah satu, dilakukan oleh masyarakat Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, menggelar Bersih Desa, Sabtu (1/7/2017).
Bersih Desa merupakan salah satu tradisi warisan leluhur yang masih dilakuan turun tenurun hingga saat ini, oleh masyarakat Desa Benelan Lor Kecamatan Kabat. Setiap satu tahun sekali masyarakat melakukan tradisi ini tepatnya setelah hari ke tujuh Hari Raya Idul Fitri.
Adapun Desa Benelan Lor terbagi menjadi dua dusun yaitu Krajan dan Gumuk Sari. Sejak pagi warga masyarakat telah mempersiapkan diri untuk mengikuti acara bersih desa itu dengan cara selamatan di jalan utama Desa Benelan Lor. Tradisi ini diselenggarakan agar seluruh masyarkat di desa Benelan Lor selalu mendapatkan berkah dari tuhan yang maha esa dan terhindar dari segala hal hal yang tidak baik yang dapat merugikan masyarakat.
Tepat pukul 06.00 WIB, warga masyarakat Desa Benelan Lor berhamburan keluar rumah untuk berkumpul di ruas jalan utama desa untuk menggelar tikar sebagai alas, selanjutnya masyarakat menyelenggarakan Doa Bersama, dengan membaca tahlil dan surat yasin.
Setelah itu dengan dipandu dari masjid desa setempat, warga melakukan adzan secara bersamaan yang dipimpin oleh tiga tokoh agama yaitu H. Irfan, KH. Imam Muhtadi, Ustad Muh. Ihsan. “Setelah itu masyarakat melakukan selamatan makan bersama berupa nasi dan lauk pauk yang sebelumnya sudah dipersiapkan di atas tikar yang berada di tengah jalan desa,” ungkap Eko (33).
Menurut salah satu warga, Wahab (43) bersih desa itu bertujuan untuk membersihkan desa dari segala bala ataupun musibah, baik yang sudah terjadi maupun yang akan datang.
Ia berharap agar desa dan seluruh warga masyarakat yang berada di Desa Benelan Lor bisa terhindan dari berbagai bala dan marabahaya yang mungkin akan menimpa, dan desanya bisa mendapatkan berkah, kesehatan, ketenangan lahir dan batin.
Acara semakin meriah saat diadakannya sembur utik, sembur utik biasanya dilakukaan oleh beberapa warga masyarakat dari kalangan ekonominya menengah di desa itu, sembur utik adalah menebarkan uang koin yang dicampur dengan bunga dan beras kuning, dan uang koinnya diperebutkan oleh banyak orang terutama anak anak di desa tersebut. (roh/to)






