Wujud Syukur, Masyarakat Desa Grujugan Bondowoso Gelar Selamatan

oleh
Kades Grujukanj bersama para kiai serta tokoh ulama.

BONDOWOSO, PETISI.CO – Masyarakat Desa Grujugan, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, boleh berbangga hati dan bersyukur. Pasalnya, apa yang selama ini ditunggu-tunggu terlaksana sudah.

Ratusan warga desa tersebut,  berbondong-bondong mengikuti jalannya acara selamatan desa atau yang biasa disebut dengan bersih desa.

Kegiatan selamatan desa yang digelar di rumah Kepala Desa Grujugan, H. Hartono, terbilang sangat istimewa dan berbeda dari biasanya.

Lokasi tersebut, sudah dipenuhi oleh lautan manusia, Sabtu (4/5/2018) malam.

Dalam kesempatan ini, Kades Hartono menghadirkan penceramah KH. Khodir Syam, KH. Fakih dan KH. Mahfud.

Orang nomor satu Desa Grujugan tersebut,  mengungkapkan, bahwa selamatan desa ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rizki dan rahmat yang diberikan oleh Allah SWT.

”Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat bisa hidup dengan makmur dan sejahtera serta terhindar dari segala musibah baik lahir maupun batin,” ujarnya.

Disamping itu, ia mengingatkan kepada masyarakat agar pandai-pandai mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dan jangan terlena dengan segala bentuk kesenangan.

”Musibah yang sering terjadi selama ini merupakan suatu bentuk ujian dan sekaligus peringatan dari Allah SWT agar kita selaku umat manusia lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Kita harus banyak-banyak bersyukur atas nikmat yang telah kita terima,” jelasnya.

Melalui selamatan desa ini, kata Kades,  masyarakat dijauhkan dari segala bentuk musibah dan segala usaha yang ditekuni oleh masyarakat bisa sukses.

“Semoga seluruh warga diberikan kesehatan, ketentraman dan ketenangan serta dijauhkan dari segala musibah dan mata pencaharian yang ditekuninya bisa sukses,” pujanya.

Sementara KH. Khodir Syam dalam ceramahnya,  mengungkapkan, makmur dan tidaknya sebuah desa tergantung dari ungkapan rasa syukur rakyat dan pemimpinnya kepada Allah. Selain itu, rakyat dan pemimpin harus rajin mengerjakan sholat lima waktu.

Massa menghadiri selamatan desa.

”Kalau rakyat dan pemimpinnya tidak pernah bersyukur dan rajin sholat, jangan mengharapkan desanya mau maju dan berhasil. Tetapi jika pemimpinnya selalu bersyukur maka semua pengharapan yang dicita-citakan akan selalu tercapai. Tentunya dengan catatan harus dilakukan secara istiqomah,” terang KH. Khodir Syam.

Seraya menambahkan,  masyarakat untuk tidak henti-hentinya bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah.”Sebab senang dan tidaknya kehidupan tergantung kepada doanya masyarakat kepada Allah dan selalu banyak-banyak bersyukur.

Semakin tajam ibadahnya, maka semakin tajam pula sumber rizki yang diberikan oleh Allah. Sebab orang yang selalu bersyukur, rizkinya akan selalu ditambah oleh Allah,” tegas KH. Khodir Syam.(latif)