Gas Elpiji Langka, Warga Rela Ngantri Berjam-Jam

  • Senin, 4 Juni 2018 | 19:03
Gas Elpiji Langka, Warga Rela Ngantri Berjam-Jam
Antrian warga untuk mendapatkan elpiji di pangkalan Jetis

Pangkalan Dijaga Ketat Polisi

PONOROGO, PETISI.CO – Kelangkaan gas elpiji 3 Kg atau gas melon masih terus terjadi dan dirasakan oleh masyarakat Ponorogo. Bahkan puluhan warga rela mengantri berjam-jam demi mendapatkan tabung elpiji 3 kg di beberapa pengecer seperti di Jetis, Balong, Mlarak, dan diberapa tempat lainnya.

Anggota polisi ikut mengamankan pembelian elpiji di pangkalan Jetis

Seperti yang terjadi antrian panjang warga untuk mendapatkan elpiji 3 kg di pangkalan elpiji yang ada di Desa Sekayu, Kecamatan Sukorejo dan di pangkalan di selatan perempatan Jetis Kabupaten Ponorogo terlihat rarusan warga rela antri menunggu kedatangan elpiji dari pengiriman agen hingga lebih 3 jam.

Warga mengaku rela antri dan menunggu berjam – jam karena ingin mendapat atau kebagian satu tabung elpiji ukuran 3 kg itu. Yang dijual dengan harga Rp 18 ribu. Pasalnya menurutnya kalau sudah di pengecer harganya variatif dan maha.

“Di pangkalan kita rela antri karena satu tabung masih harga HET yaitu Rp18 ribu tapi kalau sudah ke pengecer ada yang harganya Rp 22 ribu hingga Rp 30 ribu mas, dan tadi hanya dibatasi setiap orang diperbolehkan membeli satu tabung dan itupun dijaga ketat oleh polisi,” kata Hari warga di Jetis.

Hal senada juga disampaikan Suratman, warga Sekayu yang antri di pangkalan di wilayahnya itu. Suratman mengaku antri sudah 5 jam di pangkalan. “Ini tadi ngantri sejak jam 1siang jadi saya sudah 5 jam itupun cuma dapat satu  dan kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg ini sudah 3 minggu ini mas. Harapan kami semoga pemerintah melancarkan lagi seperti dulu,” katanya.

Begitu juga Misti yang mengaku sudah 4 jam mengantri di Pangkalan Sekayu. “Saya antri 4 jam rencana mau beli 2 tabung , ehh dapatnya hanya dapat satu tabung,” imbuh Misti.

Sementara pihak pengusaha Migas mengaku kaget adanya antrian sebab pihak Pertamina tidak mengurangi pasokan dan suplay juga dilakukan setiap hari kerja.

Ketua Himpunan Pengusaha Migas Madiun Raya, Agus Wiyono berjanji akan segera mencari akar permasalahan langkanya elpiji di Ponorogo. “Akan kami cari akar masalahnya apa,  padahal suplay setiap hari berjalan. Akar masalahnya seperti ini dari apa dan ini barang bersubsidi. Saya sebatas anggota tim monitoring. Kejadian seperti ini akan kami tindak lanjuti dan kami baru koordinasi sama pemda,” jelas Agus. (mal)

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

CLOSE
CLOSE

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional