Petisi
Gubernur Jatim saat launching HPN 2019 di Jakarta.
PERISTIWA

Gubernur Jatim Launching HPN 2019

JAKARTA, PETISI.CO – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo melaunching Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di studio TVRI Jakarta, Minggu (7/10/2018) malam. Launching ditandai dengan peluncuran maskot HPN 2019 bergambar Elang Jawa atau Eja.

Acara tersebut, dihadiri Menkominfo Rudiantara, Penanggungjawab HPN 2019 Margiono, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetya, Ketua PWI Pusat Atal S Depari, sejumlah pejabat OPD Jatim dan sejumlah wartawan. Serta dihibur artis senior Yuni Shara dan penyanyi dangdut Fitri Carlina.

Tema HPN 2019 di Jatim, yakni Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital, dianggap sangat menarik. Di acara itu, penanggungjawab HPN, Margiono meminta penjelasan dari Pakde Karwo panggilan akrab Gubernur Jatim tentang apa yang diinginkan dari Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital.

“Kalau HPN di Padang yang lalu menginginkan investasi, kalau di Jatim ini apa. Saya ingin ada hal yang baru saat HPN 2019 dilaksanakan di Jatim,” kata Margiono sambil melirik Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim Soekarwo.

Mendapat pertanyaan tersebut, Pakde Karwo memaparkan alasan mengambil tema ekonomi kerakyatan era digital. Menurutnya, bahwa ekonomi kerakyatan hampir semua pemimpin sejak 1945 pidatonya tentang ekonomi kerakyatan. Maka ekonomi kerakyatan harus diberdayakan.

“Disitu ada proses produksi, pembiayaan dan pasar. Masyarakat pers masuk kesitu memberikan kritikan kepada Bank Jatim, Bank pemerintah yang sedikit kreditnya kepada UMKM. Kita coba kemudian masuk ke pasar, dan proses produksinya Maka salah satunya solusinya harus ada digital,” ujarnya.

Kalau tidak imbang proses produksi dan pasar, Pakde Karwo menyebut kita hanya jadi pasar dari luar negeri. “Kita bicarakan dengan teman-teman pers. Mereka  berkesimpulan harus melindungi yang kecil, mereka harus masuk pasar dan kita coba dengan digital,” tuturnya.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menjelaskan, provinsi Jatim pertumbuhan ekonominya diatas rata-rata daerah secara nasional. Tentang UMKM, pemerintah selalu berpihak pada UMKM.

“Kementerian Kominfo punya program menggratiskan sejuta domain untuk penguatan UMKM,” tandasnya.

Melalui subsidi domain tersebut, UMKM dapat memanfaatkan teknologi informatika dan komunikasi untuk mendorong perluasan pasar. “Kalau sebelumnya untuk membuka warung harus mencari dan menyewa lahan, maka saat ini cukup dari dapur langsung dikirim ke pasar,”paparnya.

Dalam acara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetya mengapresiasi provinsi Jatim yang tingkat Indeks Pembangunan Manusianya (IPM) sangat bagus. “Lima provinsi di Indonesia termasuk Jatim, IPM nya diatas rata-rata. Ini berarti pembangunan di Jatim sangat bagus,” ujarnya.

Terkait dengan peran pers dan HPN di Jatim, Ketua Dewan Pers mengharapkan profesionalisme pers tetap terjaga. “Pers yang mendapatkan belanja (iklan) dari APBD maupun APBN tetap menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial dan bukan media abal-abal,” imbuhnya. (bm)

 

terkait