Petisi
Cak Dul (dua dari kiri) mengangkat piala bergilir Porprov Jatim
BERITA UTAMA OLAHRAGA

Hindari Impor Atlet, KONI Jatim Harus Maksimalkan Hasil Porprov

SURABAYA, PETISI.CO – KONI Surabaya mempertanyakan kebijakan KONI Jatim atas hasil Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2019 yang digelar di Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban, 6-13 Juli 2019.

“Apakah hanya berakhir sampai disitu saja. Bagaimana dengan nasib atlet-atlet peraih medali. Harus jelas kelanjutannya,” kata Ketua KONI Surabaya, Hoslih Abdullah kepada petisi.co di Tuban, baru-baru ini.

Cak Dul, sapaan akrabnya, pantas menanyakan hal itu. Sebab, porprov yang menghabiskan biaya miliran rupiah, kurang tepat hanya berakhir begitu saja. Tanpa ada kelanjutan terhadap nasib peraih medali.

“Hasilnya harus dimaksimalkan. Pada lima tahun yang akan datang, Jatim punya kekuatan dari atlet-atlet asli Jatim. Waktu lima tahun cukup untuk mendapatkan atlet potensial. Rumusannya seperti apa, KONI yang lebih tahu,” ujarnya.

Dengan demikian, Jatim tidak akan kesulitan mencari atlet lagi untuk menghadapi PON.

“Nanti tidak perlu mengimpor atlet dari provinsi lain. Kalau tetap merekut atlet luar, maka yang dicari bukan prestasi, tapi prestise,” ujarnya.

Diakui, tidak mudah untuk menarik arlet daerah ke puslatda Jatim, karena terbentuk berbagai faktor. Izin orang tua dan sekolah, menjadi pertimbangan atlet untuk ditarik ke puslatda.

Namun, pembinaan atlet bisa disentralkan di daerah. KONI bisa memberikan kepercayaan kepada daerah yang memiliki prestasi olahraga tertentu untuk membina atletnya.

“Misalnya di Kediri, apa andalanya. Demikian pula daerah lain. Artinya kan butuh kepercayaan juga dari KONI Jatim. Karena ini menyangkut anggaran juga,” paparnya.

Demikian juga dengan pelatih. Tak perlu pelatih daerah ditarik ke Surabaya. KONI Jatim bisa memberikan pelatihan kepada pelatih dengan iptek yang berbasis sport science di mana pelatih itu bermukim.

“Saya setuju pelatih sekarang harus punya ilmu kepelatihan yang berteknologi tinggi. Sekarang eranya teknologi. Pelatih harus mau dibina agar lebih maju cara melatihnya,” jelasnya.(bm)

terkait