Petisi
Kepala Biro Kesejahreraan Sosial Setdaprov Jatim Dr Hudiyono MSi
LAMA-Daerah

300 Pemerhati Budaya Kumpul di Kongres Kebudayaan Jawa II, Ada Apa?

SURABAYA, PETISI.CO – Sebanyak 300 pemerhati budaya asal tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta berkumpul di Kongres Kebudayaan Jawa (KKJ) II di Surabaya. Mereka berasal dari berbagai unsur seperti budayawan, birokrat, akademisi hingga mahasiswa.

“Masing-masing tiga provinsi itu, mengirimkan 100 perwakilan di kongres ini. Mereka akan membahas kebudayaan Jawa yang menjadi aset yang mesti dijaga dan terus dikembangkan,” kata Kepala Biro Kesejahreraan Sosial Setdaprov Jatim Dr Hudiyono MSi di Surabaya, Kamis (22/11/2018).

Menurutnya, KKJ II ini digelar sebagai tindak lanjut hasil KKJ I yang digelar pada 2014 lalu di Solo. KKJ semula diinisiasi oleh Yayasan Khantil Semarang, yang salah satu rekomendasinya adalah penyelenggaraan KKJ II ini di Jatim.

“KKJ juga diselenggarakan untuk memperingati 100 tahun penyelenggaraan Congres voor Javaneche Cultur Antwikkeling di Surakarta pada 1918,” tuturnya.

Mengusung tema “Pengarusutamaan Kebudayaan Jawa Untuk Peningkatan Kesejahteraan  Masyarakat”, KKJ diharapkan mampu menghasilkan konsep strategis dalam rangka membina, melindungi, mengembangan, memanfaatkan Kebudayaan Jawa.

Selama kongres berlangsung, akan ada 32 pemakalah yang terdiri dari 12 pemakalah undangan dan 20 pemakalah hasil seleksi. “Kegiatan ini diharapkan mampu merumuskan visi memajukan kebudayaan hingga 20 tahun ke depan,” ucapnya.

KKJ II sendiri dibuka Sekdaprov Jatim Heru Tjahyono di Gedung Grahadi, Rabu (21/11) malam. Heru mewakili Gubernur Jatim Soekarwo yang berhalangan hadir, karena melakukan kunjungan kerja di luar negeri.

Menurut Heru, pemprov memiliki perhatian yang tinggi terhadap Budaya Jawa. Karena itu, upaya terus dilakukan untuk mempertahankan budaya Jawa dengan berbagai langkah. Salah satunya melalui revitalisasi Candra Wilwatikta.

“Kongres ini menjadi salah satu wujud perhatian Pemprov Jatim terhadap budaya Jawa yang sampai saat ini terjaga. Tahun depan, diharapkan KKJ akan diikuti provinsi lain seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ujarnya.

Cita-cita paling utama yang diusung dalam kongres ini, lanjutnya, adalah membentuk karakter babgsa melakui kebudayaan. Pihaknya yakin, filosofi-filosofi dalam kebudayaan Jawa tidak akan bertentangan dengan zaman. Sebaliknya, hal tersebut harus dijaga sebagai kultur baik yang dimiliki bangsa ini.

“Penggunaan istilah Jawa itu diidentikkan dengan baik. Misaknya ada anak yang nakal dan kemudian anak tersebut dikatakan gurung jowo (Belum Jawa). Tetapi ada seorang Tionghoa, dikatakan masio Chino wong iku Jowo (Meskipun China dia itu Jawa),” ungkapnya. (bm)

 

terkait

Jalin Kemitraan Media dan Polisi, Silaturahmi ke Polsek Munjungan

redaksi

Paguyuban Pedagang Asongan Kota Kediri Bagi Ratusan Takjil

redaksi

Dirjen Perhubungan Serius Kembangkan Potensi Ekonomi dan Pariwisata Banyuwangi

redaksi