Tuban, petisi.co – Sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) resmi memberangkatkan 660 mahasiswa untuk menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Pemberangkatan secara simbolis dilakukan langsung oleh Rektor Unirow, Dr. Warli, M.Pd., dalam apel pelepasan yang digelar di lapangan kampus, Senin (21/7/2025).
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, pengurus PPLPT-PT PGRI Tuban, dosen pembimbing lapangan, mitra dunia usaha dan industri, serta para peserta KKN.
Dalam prosesi apel, Rektor menyematkan atribut kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda dimulainya program pengabdian masyarakat tersebut.
Menariknya, dalam momentum tersebut, juga dilakukan penyerahan simbolis Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh peserta KKN. Penyerahan dilakukan melalui Rektor Unirow sebagai bentuk jaminan perlindungan bagi mahasiswa selama kegiatan KKN berlangsung.
“Dengan mahasiswa KKN didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, ini menunjukkan komitmen kampus dalam memastikan keamanan dan keselamatan adik-adik mahasiswa di lapangan,” ujar Dr. Warli rektor Unirow Tuban dalam sambutannya.
Rektor juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater selama melaksanakan KKN. Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar status sosial di tengah masyarakat, namun juga harus menjadi teladan melalui ucapan dan perilaku.
“Mahasiswa itu ditunjukkan dari perilaku dan ucapan. Harus bisa jadi contoh yang baik di masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor berharap para peserta tidak menjalani KKN hanya sebagai formalitas. Ia ingin kehadiran mahasiswa Unirow di tengah masyarakat membawa manfaat nyata dan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.
“Kehadiran saudara harus membawa nilai tambah bagi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia KKN sekaligus Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Unirow, Hendra Suwardana, S.E., M.S.M., juga menekankan pentingnya komitmen mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral sebagai agen perubahan.
“Kerja lapangan yang berdampak bagi masyarakat harus menjadi prioritas utama. Bukan hanya hadir, tapi benar-benar memberi manfaat,” ucap pria yang akrab disapa Pak Hendra.
Program KKN Unirow tahun ini mengusung tema Sinergi Memberi Solusi Kampus Berdampak untuk Masa Depan dengan lokasi sebaran di 42 Desa/ Kelurahan di dua kabupaten. Tema ini mencerminkan semangat Unirow dalam mendukung gerakan nasional menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat solusi atas berbagai persoalan masyarakat, terutama di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. (ric)







