Tuban, petisi.co – Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban menggelar Wisuda ke-IX yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal. Momentum ini menjadi langkah penting bagi kampus dalam memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja, Sabtu (18/4/2026).
Rektor IIKNU Tuban, H. Miftahul Munir, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda ke-9 tersebut. Ia menegaskan bahwa tahun ini menjadi awal penguatan networking dengan berbagai institusi luar negeri.
“Alhamdulillah wisuda yang ke-9 ini menjadi langkah awal bagi kami membangun jejaring dengan berbagai institusi luar negeri untuk meningkatkan potensi kampus,” ujarnya.
Pada wisuda kali ini, IIKNU meluluskan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Dari Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Program Studi S1 Keperawatan meluluskan 94 mahasiswa, serta S1 Kebidanan sebanyak 35 mahasiswa.
Sementara dari Fakultas Kesehatan, Program Studi S1 Gizi meluluskan 16 mahasiswa dan S1 Administrasi Kesehatan sebanyak 5 mahasiswa.
Rektor juga menyoroti pentingnya pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri, salah satunya program studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Menurutnya, pertumbuhan perusahaan di Kabupaten Tuban membuka peluang besar bagi lulusan di bidang tersebut.
“Prodi K3 lahir dari kebutuhan masyarakat. Kita melihat peluang itu dan mencoba belajar dari institusi yang sudah lebih dulu ada,” jelasnya.
Selain itu, IIKNU terus memperluas kerja sama internasional. Saat ini, kampus tersebut telah memasuki angkatan ketiga program kerja sama di Madinah. Bahkan, pada Agustus mendatang, sebanyak 10 mahasiswa program studi gizi dijadwalkan mengikuti magang di Taiwan.
“Jejaring menjadi misi kami dan akan terus kami bangun agar IIKNU mampu bersaing dengan universitas lainnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Profesor Madya Dr. Ahmad Taufik Jamil dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) turut memberikan pandangannya terkait peluang kolaborasi antar institusi. Ia menyebut adanya kesamaan potensi antara IIKNU dan UiTM dalam bidang riset dan pengabdian masyarakat.
“Kolaborasi riset dan pertukaran mahasiswa menjadi peluang besar. Dengan teknologi saat ini, proses tersebut semakin mudah dilakukan secara daring,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para lulusan agar tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, tetapi memiliki inisiatif dan kemandirian dalam menciptakan peluang.
“Banyak lulusan berharap langsung mendapatkan pekerjaan dengan gaji, tanpa mencoba berusaha sendiri. Padahal, inisiatif dan pemanfaatan teknologi sangat penting untuk masa depan,” tegasnya.
Melalui wisuda ini, IIKNU Tuban tidak hanya melepas para lulusan, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global. (ric)





