Anak Polah Bapak Kepradah

oleh
oleh

Sungguh senada dengan idiom Jawa  “anak polah bapak kepradah” yang artinya kurang lebih anak yang bertingkah macam-macam, justru orangtua yang harus susah-payah menanggung akibatnya.

Itulah yang dialami RAFAEL ALUN TRISAMBODO pegawai Ditjen Pajak yang sejak Jumat (24/2/2023), nama dan wajahnya viral di medsos se-Indonesia.

Wajahnya memelas sambil minta maaf terus muncul di media. Sebagai pejabat Ditjen Pajak dia jadi tumpuan  mempermalukan institusi besar itu.

Semua berawal dari tingkah polah Mario Dandy, anak Rafael, yang karena perbuatannya menganiaya David anak pengurus Banser, video penyiksaanya viral.

Berita Rafael Alun tak mau kalah viralnya dari berita Mario anaknya. Pencopotan jabatan langsung dari Menkeu tentu sangat menyedihkan. Sangat kasihan melihatnya. Apakah Pak Rafael menyalahkan istrinya yang mendidik anak? Setidaknya Rafael tak habis pikir, mimpi apa ia semalam ya? Kok nahas banget nasibnya.

Tak cuma tentang kisah sadis anaknya, berita Rafael terus berlanjut ke pengungkapan kekayaannya sekitar Rp 56 milyar.

Menurut penulis, ini jumlah yang tidak terlalu besar. Kok?

Ya, karena memang sebesar itulah harta pejabat-pejabat rezim sekarang ini.

Sri Mulyani Menkeu yang bosnya Rafael, punya harta terlapor di LHKPN sebesar Rp 58 milyar. Selain itu Nicke Dirut Pertamina hartanya Rp 75 milyar.

Masih ingat Rektor UI yang disorot karena rangkap jabatan dan punya harta Rp 62 milyar. Sedangkan petinggi NKRI punya kekayaan Rp 71 milyar. Itu pun belum terhitung harta anak dan mantunya. Si G Rp 25 milyar, si B plus harta isterinya Rp 54 milyar dan si ragil K Rp 63 milyar. Jadi kekayaan keluarga ini total Rp 213 milyar. Woooowww….

Jadi, biasalah untuk ukuran pejabat-pejabat di rezim ini, punya harta kekayaan puluhan hingga ratusan milyar. Belum lagi yang konglomerat macam Prabowo, Sandiaga, Luhut, Trenggono atau Erick Tohir, tentu angkanya sudah triliunan.

Nah, kalau sekarang kenapa pejabat-pejabat lain seperti berlomba-lomba ingin menghukum Rafael?  Setelah Sri Mulyani, muncul Mahfud MD yang ikut naik panggung berita Rafael dan Mario.

Andai penulis jadi Rafael, merasa heran. Salah saya apa? Saya hanya meniru pejabat atasan.

Bukan rahasia lagi, para pejabat menumpuk-numpuk property berapa rumah dan bangunan.

Mengkoleksi mobil mewah kan memang jagonya pejabat? Dirjen yang punya mobil Hummer juga ada kok. Kan memang kerjaan pejabat kalo nggak main proyek, main izin, main jabatan, main sertifikat, ya main laporan pajaklah.

Jadi ini para pejabat menteri kok heran? Justru kita rakyat biasa yang heran lihat kalian suka pura-pura kaget.

Sudahlah, jangan berlagak sok miskin dan sok lupa kekayaan sendiri. Jangan sok gak paham keadaan birokrasi negeri. Jangan sok lupa bahwa petinggi negeri yang justru memberi teladan bergaya hidup mewah.

Ini yang paling bikin muak, jangan sok pencitraan lalu Rafael dijadikan sebagai kambing hitam! Sudahi kemunafikan elit negeri ini. Mari introspeksi seraya mengelus dada menyaksikan imbasnya pada generasi anak muda macam Mario.(fim)

No More Posts Available.

No more pages to load.