Anggota Komisi D DPRD Jember Sidak Sekolah SMP Ma’arif Bangsalsari

oleh
Anggota Komisi D, DPRD Jember Isa Mahdi saat sidak di SMK Maarif Bangsalsari Jember

Isa Mahdi : Dinas Pendidikan Kurang Peka

JEMBER, PETISI.CO – Kasus pemerkosaan terhadap salah satu siswi SMP Ma’arif Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, yang diduga dilakukan oleh beberapa siswa, yang sekolahnya satu lokasi dengan SMP Ma’arif, yang sempat menggemparkan Kabupaten Jember beberapa minggu lalu, membuat anggota dewan dari Komisi D Isa Mahdi turun sidak, meninjau lembaga sekolah.

Sekira pukul 07.00 Rabu (15/3/2017), Isa Mahdi melihat langsung anak didik yang datang dan keluar masuk kelas seperti hari biasanya pada kegiatan belajar.

Namun, bukan main terkejutnya Isa Mahdi ketika melihat banyak murid keluar kelas dengan bebas, padahal waktu belajar mengajar sudah dimulai.

Hal yang sama terlihat, beberapa pengajar pun meski sudah jam menunjukkan pukul 07.15 Wib, masih dengan santai masuk ke ruangan kelas. Terkesan seperti tak berniat mengajar. Hal tersebut membuat anggota Dewan dari Partai Hanura ini geram dan menghela nafas panjang.

“Lembaga ini kok begini ya, padahal disini ruang lingkup dan tata tertibnya sudah jelas, namun para pengajar datangnya terlambat dan terlihat hanya beberapa orang. Padahal di sini terlihat ada 4 lembaga sekolah sekaligus, pada kemana pendidiknya,” gerutu Isa Mahdi dengan nada geram.

Tak selang beberapa lama, pihak dewan langsung meneruskan sidak dan mendatangi kantor SMP. Bertambah tercengangnya Isa Mahdi, ketika terlihat beberapa guru dan kepala sekolah SMK Maarif lagi berkumpul di tempat itu.

Tak tahu dengan kedatangan anggota dewan, mereka (para guru,red) terperangah dan sempat beberapa guru hilir mudik keluar ruangan.

Kedua kepala sekolah

Bahkan Kepala Sekolah SMK Maarif Abdul Rozak terkesan bersembunyi, sehingga membuat dewan memanggil dirinya untuk duduk bersama membicarakan perihal kasus ini.

Dari pengakuan Paiman, Kasek SMP, sampai detik ini tidak ada satupun, baik dari lembaga Dinas Pendidikan ataupun juga dari pihak lembaga pengawas SMK perwakilan provinsi yang berada di Jember yang datang. Isa Mahdi menilai instansi yang menaunginya kurang tanggap.

“Nah ini kurang tanggapnya instansi yang menaungi untuk bergerak cepat, meluruskan masalah ini, sehingga tidak menjadi bias di masyarakat, dan membuat anak didik menjadi korban. Seharusnya instansi terkait lebih peka, dan tanggap,” pungkasnya.(yud)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.