Antisipasi Mpox di Surabaya, Eri Cahyadi Sampaikan Langkah Penting

oleh -288 Dilihat
oleh
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

SURABAYA, PETISI.CO – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 400.7.7.1/18341/436.7.2/2024 terkait Peningkatan Kewaspadaan Dini terhadap Risiko Penyebaran Penyakit Mpox. Langkah ini menjadi upaya responsif Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menanggapi ancaman global terkait penyebaran virus Mpox.

Virus Mpox, yang sebelumnya terbatas di beberapa wilayah Afrika, kini menjadi perhatian di banyak negara lain, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia. Wali Kota Eri menjelaskan bahwa Mpox merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Monkeypox. Virus ini dapat menyebar dari hewan ke manusia, maupun antar manusia, serta melalui benda yang terkontaminasi.

“Gejala Mpox meliputi demam hingga 38 derajat Celsius, ruam atau lesi pada wajah, telapak tangan, kaki, dan alat kelamin, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, dan kelelahan,” kata Wali Kota Eri, Kamis (5/9/2024).

Penularan virus ini terjadi melalui kontak langsung dengan manusia atau hewan yang terinfeksi, atau benda-benda yang terkontaminasi, seperti cairan tubuh atau keropeng luka. Virus juga dapat masuk melalui kulit yang terluka, saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut). Kontak tidak langsung dengan benda yang terkontaminasi, seperti pakaian atau peralatan makan, juga dapat menyebabkan penularan.

Selain itu, Wali Kota Eri menegaskan bahwa aktivitas seksual, termasuk berciuman atau kontak kulit langsung dengan individu yang memiliki lesi, dapat menjadi jalur penularan. Penyebaran juga bisa terjadi dari ibu ke janin melalui plasenta atau kontak erat selama persalinan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya aktif menyosialisasikan informasi terkait Mpox dan melakukan komunikasi risiko bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Wali Kota juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan, seperti menghindari kontak dengan hewan-hewan yang berpotensi menularkan virus, seperti tikus, monyet, dan primata non-manusia lainnya.

Warga juga diminta untuk menghindari kontak dengan individu yang menunjukkan gejala penyakit Mpox, mencuci tangan secara teratur, serta menjaga kebersihan lingkungan. Penggunaan alat pelindung diri (APD) disarankan bagi mereka yang harus menangani hewan yang terinfeksi.

Bagi pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit, disarankan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala dan melaporkan riwayat perjalanan mereka. Penggunaan masker dan menjaga jarak aman juga dianjurkan jika berada di sekitar orang yang sakit.

Wali Kota Eri juga mengingatkan agar masyarakat yang mengalami gejala Mpox segera melakukan isolasi dan tidak menghadiri acara publik. Ia menekankan pentingnya dukungan psikososial bagi pasien selama masa perawatan dan setelah keluar dari ruang isolasi untuk mengurangi stigma.

“Masyarakat diharapkan tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh. Jika ada yang menunjukkan gejala Mpox, segera laporkan ke fasilitas kesehatan terdekat dalam waktu 24 jam,” tambahnya.

Sebagai penutup, Wali Kota Eri meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna mencegah kepanikan. Ia menekankan pentingnya memperoleh informasi hanya dari sumber-sumber resmi. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.