Apresiasi SEB Terkait Pembelajaran Selama Ramadan, Anggota DPD RI Lia Istifhama: Edukasi Manajerial Waktu

oleh
oleh
Ning Lia saat diwawancarai wartawan

Surabaya, petisi.co – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr Lia Istifhama, M.E.I, menyambut positif keputusan Pemerintah dalam menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri yang mengatur perihal pembelajaran selama bulan Ramadan 2025.

Hal itu disampaikan Lia Istifhama menanggapi terbitnya SEB dalam siaran persnya, Kamis (30/1). SEB tersebut, mengatur waktu pembelajaran mandiri di rumah serta pembelajaran di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan.

SEB ini ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Dalam keputusan itu, selama Ramadan, masih ada kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dimulai pada tanggal 6 hingga 25 Maret 2025. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan.

Sementara itu, pada 27 dan 28 Februari serta 3, 4, dan 5 Maret 2025, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat, sesuai penugasan dari sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan.

Selanjutnya, pada 2, 3, 4, 7, dan 8 April 2025, merupakan libur bersama Idul Fitri bagi sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan. Selain mengatur waktu, SEB itu juga memberikan arahan bagi pemerintah daerah, Kepala Kantor Wilayah Kemenag, dan orang tua.

Menurut Lia Istifhama, SEB itu harus direspon positif karena ada sistematis pola pembelajaran selama Ramadhan. Ada waktu dimana anak-anak belajar di rumah, yaitu seminggu. Kemudian dua minggu pembelajaran di sekolah menyusul libur lebaran.

Selain itu, lanjut anggota Komite III DPD RI itu, tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah membuka kelas khusus pondok Ramadhan. Ini semua bentuk kolaborasi edukasi aspek kognitif dengan modal sosial.

“Yang utama, seluruh stakeholder, termasuk Dinas Pendidikan dan Kemenag, harus selaras kompak dalam perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan. Jangan sampai anak-anak bingung, tapi bagaimana justru mereka fokus merasakan indahnya ibadah dan belajar. Ini bagian nyata upaya kita mengajarkan prinsip Islam Rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.

Keponakan Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa itu memberikan pesan bijak pada para siswa. Dia berharap, para siswa di tengah bulan suci, semakin terasah manajerial waktu. Mereka bisa memaksimalkan waktu mereka untuk karya-karya positif yang ringan dilakukan.

“Banyak aktivitas dalam rumah tapi sarat manfaat. Bukan hanya mengaji, tapi juga karya simpel, seperti membuat tulisan pendek, melukis, membuat prakarya, dan sebagainya,” ujar Ning Lia, sapaan akrabnya.

“Karena banyak di rumah, maka anak-anak pun bisa memaksimalkan momen indah bersama keluarga. Sahur bersama, buka bersama, ngabuburit bersama, dan aktivitas lainnya sebagai bentuk kebersamaan keluarga,” tambahnya.

Perempuan yang dikenal penulis itu juga menjelaskan pengalamannya membangun kebersamaan bersama anak-anak di bulan suci. Kalau dia sebagai seorang ibu, ada beberapa kebiasaan yang dia samakan dengan anak. Contoh, anak-anak jelang buka puasa, menunggu adzan sambil melihat film kartun, maka dia sempatkan menonton bersama mereka, meski hanya sekian menit.

“Kita tertawa dan ngobrol bersama, jadi nyatu sekali suasana. Kemudian selepas tarawih, jika anak-anak mau main kembang api, saya berusaha temani meski hanya sebentar. Sedangkan soal ibadah, ngaji misalnya, kami berbagi juz tadarus,” tuturnya.

Ning Lia mengimbau agar orang tua dapat membimbing dan mendampingi peserta didik dalam melaksanakan ibadah serta memantau mereka saat melaksanakan kegiatan belajar mandiri.

“Kita akui tantangan saat ini, anak-anak hidup di dunia digital dan media sosial. Guru dan orang tua memiliki tanggung jawab agar anak-anak rajin tadarus atau tarawih di tengah gempuran media sosial dan digital. Ini menjadi tugas bersama kita nantinya saat Ramadan,” paparnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.